Bak Piala, Rusia Pamerkan Senjata AS dan Inggris yang Direbut di Ukraina

Senin, 08 Agustus 2022 - 07:39 WIB
loading...
Bak Piala, Rusia Pamerkan...
Tentara Rusia pamerkan peluncur rudal anti-tank Javelin di antara senjata-senjata AS, Inggris, Polandia dan Swedia yang direbut dalam perang di Ukraina. Foto/Telegram/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Para pejabat Rusia telah memamerkan apa yang mereka sebut "piala", termasuk senjata Amerika Serikat (AS). Senjata-senjata itu direbut militer Moskow selama perang di Ukraina .

Pada hari Minggu, Kementerian Pertahanan Rusia membagikan rekaman video beberapa senjata negara-negara NATO yang disita dari pasukan Ukraina.

Dalam video berdurasi 2 menit 15 detik, tentara Rusia terlihat memegang dan berbicara tentang beberapa senjata, termasuk sistem rudal portabel anti-tank Javelin.

Baca juga: Serangan Rusia Hancurkan 45.000 Ton Amunisi NATO di Ukraina

Para pejabat mengatakan senjata-senjata yang dipamerkan itu diperoleh selama apa yang mereka sebut sebagai "operasi militer khusus".

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam posting Telegram: “Di antara piala, senjata sebagian besar dari manufaktur asing. Peluncur granat anti-tank genggam buatan Inggris, Amerika Serikat, Polandia, Swedia, termasuk sistem rudal Javelin dan Carl Gustaf, serta senapan mesin berat dan senjata kecil buatan Soviet yang ditinggalkan oleh nasionalis Ukraina."

"Para prajurit dari unit pengintaian juga berbicara tentang keadaan perebutan senjata selama operasi pengintaian dan pencarian," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip Newsweek, Senin (8/8/2022).

Sejak perang pecah, Rusia dilaporkan telah kehilangan sekitar 5.000 kendaraan militer di Ukraina. Data ini menurut analisis Oryx, situs sumber terbuka yang melacak peralatan militer.

Sebaliknya, Rusia mengatakan telah menghancurkan sejumlah Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 atau M142 HIMARS yang dipasok AS, meskipun negara-negara Barat meragukan klaim tersebut.

Para tentara Rusia, dalam video pendek tersebut, juga memperkuat narasi Moskow bahwa perang dilancarkan untuk melawan kontrol Nazi di Ukraina, sebuah klaim yang telah dibantah oleh Kiev.

Menurut media yang berafiliasi dengan pemerintah Rusia, TASS, salah satu tentara di video itu menambahkan: "Kami menemukan senapan mesin ini di pinggiran, ini lengkap, tiga kotak penuh armor-piercing cartridges 12.7."

"Tengkorak dan swastika dilukis di salah satu kotak," lanjut tentara Rusia tersebut.

Pada perang pecah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengeklaim bahwa tujuan operasi militer Moskow adalah untuk "mende-Nazi-fikasi" negara Ukraina.

Video itu muncul ketika Rusia mengalami "semakin banyak kesulitan" dalam melakukan invasi ke Ukraina, menurut Dan Rice, penasihat khusus Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Valeriy Zaluzzhnyi.

Setelah gagal merebut Ibu Kota Ukraina, Kiev, militer Rusia telah mengalihkan upayanya untuk mengamankan wilayah separatis Donbas, sebuah wilayah dengan sejumlah besar penutur bahasa Rusia.

Rice memuji Ukraina untuk "pekerjaan yang sangat baik" dalam membela negara dari pasukan Rusia dan mengecam pasukan penyerang karena menggunakan model kepemimpinan top-down Soviet.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved