Ledakan Pelabuhan Beirut Bikin Wanita Ini Koma 2 Tahun dan Tak Kunjung Bangun

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 01:22 WIB
loading...
A A A
Itu secara luas dilihat oleh orang-orang Lebanon sebagai simbol korupsi dan pemerintahan yang buruk oleh elite penguasa yang juga telah membawa negara itu ke dalam keruntuhan keuangan yang menghancurkan.

"Setelah saya menemukan rumah sakit di Beirut, para perawat dan dokter tidak segera membantu Lara, tetapi menangani kasus yang paling parah. Setelah tubuhnya benar-benar dingin, saya mulai berteriak dan memohon agar mereka datang untuk membantunya," kata Najwa.

Lara dipindahkan dari Rumah Sakit Universitas Amerika di Beirut ke Rumah Sakit Bhanes, setelah didiagnosis mengalami kerusakan otak. Sungguh menyakitkan saat Najwa melihat anaknya tidak responsif dengan jantung berdebar.

Ledakan non-nuklir itu terjadi setelah Najwa kehilangan suaminya pada 2019. Sementara itu, putranya saat ini tinggal di luar ibu kota.

"Saya menganggap Lara sebagai teman saya, bukan hanya putri saya, dan kami dulu hidup untuk satu sama lain, tetapi setelah ledakan, saya kehilangan alasan untuk hidup," ujarnya.

Menurut para ahli dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh kantor OHCHR PBB, ledakan itu menghancurkan 77.000 apartemen, melukai 7.000 orang dan membuat lebih dari 300.000 orang mengungsi, setidaknya 80.000 di antaranya adalah anak-anak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved