Rusia Peringatkan AS dan UE Soal Ketegangan Baru di Kosovo: Setop Provokasi!
Senin, 01 Agustus 2022 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
“Keputusan Pristina tidak masuk akal dan diskriminatif, dan penggantian paksa dokumen pribadi mereka adalah langkah lain menuju pengusiran penduduk Serbia dari Kosovo, serta lembaga-lembaga Serbia Kosovo yang menjamin perlindungan hak-hak penduduk Serbia dari keinginan sewenang-wenang kubu radikal di Pristina,” tegas Zakharova.
Baca juga: Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Rusia Transfer Rp297 Triliun ke Turki
“Kurti sengaja memicu eskalasi untuk melancarkan tindakan keras bersenjata, tidak hanya terhadap warga Serbia di Kosovo tetapi juga terhadap Beograd, yang ingin dinetralisir oleh Barat dengan menggunakan etnis Albania sebagai proksi,” papar Zakharova.
“Rusia menyerukan Pristina dan AS serta Uni Eropa di belakangnya untuk menghentikan provokasi dan menghormati hak-hak orang Serbia di Kosovo," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan negaranya “tidak pernah berada dalam situasi yang lebih kompleks dan sulit.”
Menurut Vucic, pihak berwenang Pristina mencoba memanfaatkan situasi saat ini di dunia untuk memulai konflik sambil menggambarkan dirinya sebagai korban.
Baca juga: Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Rusia Transfer Rp297 Triliun ke Turki
“Kurti sengaja memicu eskalasi untuk melancarkan tindakan keras bersenjata, tidak hanya terhadap warga Serbia di Kosovo tetapi juga terhadap Beograd, yang ingin dinetralisir oleh Barat dengan menggunakan etnis Albania sebagai proksi,” papar Zakharova.
“Rusia menyerukan Pristina dan AS serta Uni Eropa di belakangnya untuk menghentikan provokasi dan menghormati hak-hak orang Serbia di Kosovo," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan negaranya “tidak pernah berada dalam situasi yang lebih kompleks dan sulit.”
Menurut Vucic, pihak berwenang Pristina mencoba memanfaatkan situasi saat ini di dunia untuk memulai konflik sambil menggambarkan dirinya sebagai korban.
Lihat Juga :