Miliarder Rusia: Putin Tak Ingin Caplok Ukraina, tapi Menghancurkannya

Senin, 01 Agustus 2022 - 10:05 WIB
loading...
Miliarder Rusia: Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin disebut tak berniat mencaplok Ukraina, tapi ingin menghancurkannya. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Miliarder Rusia yang diasingkan, Leonid Nevzlin, mengatakan Presiden Vladimir Putin tidak ingin mencaplok Ukraina . Menurutnya, keinginan Putin adalah menghancurkan negara tersebut.

Komentar oligarki Rusia itu muncul dalam sebuah wawancara dengan The Times of Israel. Dia dulunya adalah wakil presiden perusahaan minyak, Yukos, sebelum perusahaan dibubarkan pemerintah Rusia pada awal 2000-an.

"Pada awalnya, Putin bertujuan untuk pembaruan model Soviet dan [melakukan] pencaplokan Ukraina, Moldova, dan Belarusia [kembali] ke Rusia," kata Nevzlin.

"Tapi sekarang, semuanya telah berubah," katanya lagi.

Baca juga: Diteken Putin, Doktrin Baru AL Rusia Nyatakan AS Pesaing Utama

"Putin berusaha menghancurkan Ukraina. Kami memahaminya dari kekerasan yang tak tertahankan ini dan sifat mengerikan dari perang ini," lanjut Nevzlin, seperti dilansir Newsweek, Senin (1/8/2022).

"Dia menghancurkan kota-kota berbahasa Rusia, dia menghancurkan manusia. Ini adalah caranya untuk membalas dendam—terhadap Ukraina dan terhadap [Presiden Ukraina Volodymyr] Zelensky," paparnya.

"Dia membantai warga Ukraina dan menghancurkan infrastruktur. Siapa pun yang terlibat dalam pekerjaan restorasi harus membersihkan puing-puing dan membangun dari awal."

Oligarki yang diasingkan itu mengatakan ada rumor bahwa Putin awalnya berusaha untuk membagi aset di Ukraina.

"Tetapi jika itu masalahnya, dia tidak akan menghancurkan pabrik baja Azovstal, tetapi sebaliknya akan mengambilalih untuk kemudian diberikan kepada rekan-rekannya," imbuh dia.

Pabrik bajar itu adalah benteng terakhir perlawanan pasukan Ukraina di pelabuhan Mariupol pada musim semi ini.

Rekaman video yang diambil dari pabrik itu menunjukkan para tentara Ukraina menyerah, menunjukkan kerusakan parah dengan puing-puing berserakan di tanah.

"Apakah Anda melihat ladang di Donbas yang ditaburi bom dan bahan peledak? Itu visinya untuk Ukraina. Perang akan berlangsung lama," kata Nevzlin, yang melarikan diri dari Rusia ke Israel pada 2003 ketika beberapa rekannya ditangkap oleh pejabat Rusia.

Pada bulan Maret, setelah invasi ke Ukraina, oligarki yang diasingkan tersebut melepaskan kewarganegaraan Rusia-nya.

Pemerintah Rusia belum berkomentar atas tuduhan tersebut. Kremlin selama ini berdalih apa yang dilakukan di Ukraina adalah operasi militer khusus untuk membebaskan negara itu dari kubu nasionalis neo-Nazi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved