Rusia Undang Pakar PBB dan Palang Merah Selidiki Pemboman Kamp Tahanan Perang
Minggu, 31 Juli 2022 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Militer Ukraina pada hari Jumat merilis sebuah pernyataan, menuduh pasukan Rusia menembaki kota itu.
"Moskow menghancurkan penjara untuk menyalahkan Kiev, serta untuk menyembunyikan penyiksaan terhadap tahanan dan eksekusi," bunyi pernyataan itu.
Namun militer kelompok pro Rusia, Republik Rakyat Donetsk (DPR), menyatakan bahwa pihak berwenang Ukrainalah yang memiliki alasan untuk sengaja menargetkan fasilitas tersebut. Kepala republik, Denis Pushilin, mengatakan anggota Azov telah memberikan kesaksian tentang kemungkinan kejahatan perang oleh komandan mereka.
"Pihak berwenang Kiev juga tahu persis di mana para tahanan Azov ditahan," kata juru bicara milisi DPR Eduard Basurin kepada wartawan.
Baca juga: Rusia Tuding Ukraina Punya Alasan Bunuh Tentaranya Sendiri
Sementara itu, tidak seperti pemerintah di Kiev, para pendukung Ukraina di Washington tidak buru-buru menyalahkan Moskow atas pemboman itu.
“Kami hanya tidak memiliki cukup informasi untuk berbicara secara cerdas tentang laporan awal ini,” ujar John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, kepada wartawan.
"Moskow menghancurkan penjara untuk menyalahkan Kiev, serta untuk menyembunyikan penyiksaan terhadap tahanan dan eksekusi," bunyi pernyataan itu.
Namun militer kelompok pro Rusia, Republik Rakyat Donetsk (DPR), menyatakan bahwa pihak berwenang Ukrainalah yang memiliki alasan untuk sengaja menargetkan fasilitas tersebut. Kepala republik, Denis Pushilin, mengatakan anggota Azov telah memberikan kesaksian tentang kemungkinan kejahatan perang oleh komandan mereka.
"Pihak berwenang Kiev juga tahu persis di mana para tahanan Azov ditahan," kata juru bicara milisi DPR Eduard Basurin kepada wartawan.
Baca juga: Rusia Tuding Ukraina Punya Alasan Bunuh Tentaranya Sendiri
Sementara itu, tidak seperti pemerintah di Kiev, para pendukung Ukraina di Washington tidak buru-buru menyalahkan Moskow atas pemboman itu.
“Kami hanya tidak memiliki cukup informasi untuk berbicara secara cerdas tentang laporan awal ini,” ujar John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, kepada wartawan.
Lihat Juga :