AU Amerika Kandangkan Armada Jet Siluman F-35 karena Kursi Pelontar Bermasalah

Sabtu, 30 Juli 2022 - 03:35 WIB
loading...
AU Amerika Kandangkan...
Angkatan Udara Amerika Serikat mengandangkan armada jet tempur siluman F-35 untuk sementara karena ada komponen pada kursi pelontar yang berpotensi rusak. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Angkatan Udara (AU) Amerika Serikat (AS) telah mengandangkan armada jet tempur siluman F-35 untuk sementara. Alasannya, ada komponen yang berpotensi rusak di kursi pelontar yang dapat membahayakan pilot dalam keadaan darurat.

Masalah yang sama juga menyebabkan jenis pesawat militer lain yang digunakan dalam pelatihan dikandangkan untuk sementara.

Masalah tersebut melibatkan bahan peledak yang digunakan di dalam kursi pelontar untuk membantu mendorong kursi dari pesawat selama keadaan darurat. Demikian disampaikan Alexi Worley, juru bicara Komando Tempur Udara (ACC) Angkatan Udara Amerika dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

Baca juga: AS Jual 35 Jet Tempur Siluman F-35 ke Jerman, Bisa untuk Mengebom Nuklir

Worley mengatakan pesawat yang terkena dampak adalah yang memiliki kursi pelontar buatan Martin-Baker Aircraft Company Ltd.

Perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

“Pada 19 Juli, kami memulai Petunjuk Teknis Kepatuhan Waktu untuk memeriksa semua kartrid di kursi pelontar dalam waktu 90 hari," kata Worley dalam pernyataannya.

“Karena sangat berhati-hati, unit Komando Tempur Udara akan melakukan stand-down pada 29 Juli untuk mempercepat proses inspeksi," lanjut Worley, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (30/7/2022).

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari inspeksi tersebut, ACC akan memutuskan untuk melanjutkan operasi.

Ini adalah perkembangan terbaru dalam masalah yang ditemukan di seluruh dinas militer dan di berbagai jenis pesawat yang memiliki kursi pelontar.

Angkatan Udara pada hari Kamis memutuskan untuk mengandangkan hampir 300 pesawat latih karena masalah tersebut.

Angkatan Laut dan Korps Marinir juga telah mengesampingkan beberapa pesawat sayap tetap mereka. Larangan itu dilaporkan sebelumnya oleh Breaking Defense dan Air Force Times.

"Hanya pesawat yang dilengkapi dengan selongsong peluru dalam kisaran jumlah terbatas yang terpengaruh," kata Angkatan Laut dalam sebuah pernyataan.

"Kartrid akan diganti di skuadron pesawat yang ditugaskan dan pesawat akan diperiksa sebelum penerbangan berikutnya."

Sejauh ini, 820 unit jet tempur F-35 yang dibangun oleh Lockheed Martin Corp telah dikirim ke seluruh dunia dari 3.000 yang potensial untuk AS dan negara-negara mitra.

Angkatan Udara AS adalah pelanggan F-35 terbesar, dengan 348 dari 1.763 unit pesawat yang direncanakan sekarang dalam inventarisnya.

Setelah bertahun-tahun melakukan pembicaraan, Pentagon mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka telah mencapai kesepakatan awal dengan Lockheed Martin Corp mengenai kontrak tiga tahun berikutnya untuk 375 lebih jet tempur canggih tersebut.

Kontrak itu bisa bernilai sekitar USD30 miliar, menurut seorang pejabat pertahanan yang mengetahui negosiasi tersebut.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah awal tahun ini mengatakan bahwa tingkat kesiapan F-35 untuk Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Korps Marinir telah meningkat sejak 2019 tetapi masih jauh dari tujuan program.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved