Rusia: Laporan New York Times Timbulkan Ancaman Langsung pada Diplomat Kami

Minggu, 28 Juni 2020 - 19:25 WIB
loading...
Rusia: Laporan New York...
Kedutaan Besar Rusia di AS menuturkan bahwa laporan yang dirilis oleh New York Times telah menyebabkan ancaman langsung terhadap para diplomat Rusia. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat (AS) menuturkan bahwa laporan yang dirilis oleh New York Times telah menyebabkan ancaman langsung terhadap para diplomat Rusia. New York Times melaporkan, intelijen AS menyimpulkan bahwa militer Rusia menawarkan hadiah kepada militan yang terkait dengan Taliban di Afghanistan untuk membunuh tentara AS.

"Tuduhan tak berdasar dan anonim (yang diterbitkan oleh New York Times) terhadap Moskow sebagai dalang dibalik pembunuhan tentara AS di Afghanistan telah mengarah pada ancaman langsung terhadap staf Kedutaan Rusia di Washington DC dan London," kata Kedutaan Besar Rusia di AS.

( Baca juga: Biden: Jika Benar, Laporan NYT Soal Tentara Rusia Benar-benar Mengerikan )

Menurut Kedutaan Besar Rusia, seperti dilansir Tass pada Minggu (28/6/2020), laporan itu telah menciptakan kisah-kisah palsu tanpa adanya alasan nyata untuk menyalahkan Rusia.

"Selain itu, penulis artikel jelas tidak memiliki informasi tentang kerja sama antara Rusia dan AS pada proses perdamaian Afghanistan, pada Suriah, Korea Utara (Korut), Venezuela, agenda Iran," ungkapnya.

( Baca juga: Pimpinan DPR Bakal Hentikan Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila )

"Kami menuntut pihak berwenang AS yang relevan mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan pemenuhan kewajiban internasional mereka di bawah Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik 1961," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved