Rusia Klaim Barhasil Hancurkan Lebih dari 100 Roket HIMARS

Kamis, 28 Juli 2022 - 00:34 WIB
loading...
Rusia Klaim Barhasil...
Rusia klaim berhasil menghancurkan lebih dari 100 roket HIMARS AS di Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Pasukan Rusia telah menargetkan gudang amunisi di Wilayah Dnepropetrovsk Ukraina , menghancurkan lebih dari 100 roket HIMARS buatan Amerika Serikat (AS). Demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (27/7/2022).

“Pada 24 Juli, serangan oleh Pasukan Dirgantara Rusia pada depot amunisi di dekat pemukiman Lyubimovka, wilayah Dnepropetrovsk, menghancurkan lebih dari seratus rudal untuk sistem multiple peluncur roket HIMARS buatan AS,” bunyi laporan kementerian tersebut seperti dikutuip dari Russia Today, Kamis (28/7/2022).

Juga dicatat bahwa hingga 120 personel militer Ukraina yang menjaga fasilitas itu, serta tentara bayaran asing dan spesialis teknis, tewas.

Pembaruan tersebut mengikuti laporan Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Senin yang mengklaim bahwa Moskow telah menargetkan dan menghancurkan senjata yang dipasok AS, termasuk artileri berat di Ukraina barat, menggunakan senjata jarak jauh presisi tinggi berbasis laut.

Baca juga: Rusia Hancurkan Rudal-rudal untuk HIMARS di Ukraina Barat

AS, yang merupakan pendukung terbesar Kiev dalam konfliknya dengan Moskow, telah memasok Ukraina dengan 16 sistem HIMARS pada 22 Juli sementara Inggris telah menyediakan tiga peluncur lain yang mampu menembakkan amunisi yang sama. Namun, pekan lalu, militer Rusia mengklaim telah menghancurkan empat peluncur roket tersebut. Pejabat Kiev telah membantah klaim ini sebagai "informasi yang salah."

Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan bahwa pasukannya telah melakukan serangan terhadap personel dan peralatan militer Ukraina di 142 distrik, menghancurkan sejumlah howitzer dan peleton artileri.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina sejauh ini telah kehilangan lebih dari 760 sistem roket peluncuran ganda (MLRS) dan lebih dari 3.200 artileri sejak awal pertempuran pada Februari lalu.

Baca juga: Kepala Pentagon dan Menhan Ukraina Bahas Pengiriman Lebih Banyak HIMARS

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.

Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca juga: Lavrov Akui Tujuan Rusia Gulingkan Presiden Ukraina Zelensky

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved