Senyum Macron saat Dengar Nama Jurnalis Palestina Abu-Akleh Picu Kecaman
Minggu, 24 Juli 2022 - 00:45 WIB
loading...
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas di Paris, Prancis, 20 Juli 2022. Foto/REUTERS
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron tersenyum ketika dia mendengar Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas menyebut nama jurnalis Palestina Shireen Abu-Akleh yang dibunuh tentara Israel.
Senyuman Macron itu menyebabkan kecaman di media sosial, seperti dilaporkan Arabi21.com pada Jumat (22/7/2022).
Awal pekan ini, setelah pertemuan antara Abbas dan Macron di Paris, keduanya mengadakan konferensi pers dan berbicara tentang berbagai masalah.
Baca juga: WHO Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Global, 75 Negara Terjangkit
Ketika Abbas berbicara tentang jurnalis Al Jazeera Palestina-Amerika Abu-Akleh, Macron dan penerjemahnya terlihat tersenyum.
Pengguna media sosial memposting video yang menunjukkan momen itu, mengkritik Macron dan menuduhnya munafik.
Baca juga: Ukraina Lanjutkan Ekspor Gandum dari Pelabuhan Meski Ada Serangan Rusia
Terlepas dari insiden itu, Macron telah menelepon Abbas setelah pembunuhan Abu-Akleh oleh pasukan pendudukan Israel untuk mendesak Israel agar segera menyelesaikan penyelidikan atas insiden tersebut.
Hingga saat ini belum terlihat tekad kuat dari negara-negara Barat untuk menyelesaikan kasus tersebut secara adil.
Senyuman Macron itu menyebabkan kecaman di media sosial, seperti dilaporkan Arabi21.com pada Jumat (22/7/2022).
Awal pekan ini, setelah pertemuan antara Abbas dan Macron di Paris, keduanya mengadakan konferensi pers dan berbicara tentang berbagai masalah.
Baca juga: WHO Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Global, 75 Negara Terjangkit
Ketika Abbas berbicara tentang jurnalis Al Jazeera Palestina-Amerika Abu-Akleh, Macron dan penerjemahnya terlihat tersenyum.
Pengguna media sosial memposting video yang menunjukkan momen itu, mengkritik Macron dan menuduhnya munafik.
Baca juga: Ukraina Lanjutkan Ekspor Gandum dari Pelabuhan Meski Ada Serangan Rusia
Terlepas dari insiden itu, Macron telah menelepon Abbas setelah pembunuhan Abu-Akleh oleh pasukan pendudukan Israel untuk mendesak Israel agar segera menyelesaikan penyelidikan atas insiden tersebut.
Hingga saat ini belum terlihat tekad kuat dari negara-negara Barat untuk menyelesaikan kasus tersebut secara adil.
(sya)
Lihat Juga :