Jika AS Mempersulit, Arab Saudi Tak Ragu Beli Senjata dari China

Selasa, 19 Juli 2022 - 11:19 WIB
loading...
Jika AS Mempersulit,...
Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menembakkan artileri ke target milisi Houthi di Yaman. Foto/spa
A A A
RIYADH - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan jika negaranya gagal memperoleh peralatan militer Amerika Serikat (AS), Riyadh akan mengejarnya di tempat lain.

Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud menjelaskan itu dalam wawancara dengan CNN, Nic Robertson, yang terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden meninggalkan Arab Saudi.

Menurut Menlu Saudi, negaranya melihat Amerika Serikat sebagai mitra kunci dalam pembelian pertahanan Kerajaan.

Baca juga: Fasilitas Legiun Asing Ukraina Disambar Rudal Rusia, 250 Tentara Bayaran Tewas

Dia mengatakan bahwa jika negaranya gagal mendapatkan senjata AS, maka akan mencari pemasok alternatif.

Ketika ditanya Nic Robertson dari CNN apakah Arab Saudi tidak akan membeli sistem pertahanan rudal dari China, Pangeran Faisal bin Farhan menjelaskan, "Kami akan membeli sistem pertahanan rudal, atau senjata pertahanan apa pun, dari mana kami dapat menemukan solusi terbaik untuk kebutuhan kami."

"Kami selalu mencari yang terbaik untuk kami ... apa yang sesuai dengan kebutuhan teknologi kami, tetapi kami tidak akan membuat diri kami eksklusif untuk satu pemasok atau yang lain karena ini tidak masuk akal secara komersial," tutur dia.

Baca juga: Ukraina Sebut Syarat Negosiasi Damai, Salah Satunya Rusia Kalah Perang

Kunjungan Presiden Amerika ke Arab Saudi, di mana dia menghadiri KTT Keamanan dan Pembangunan Jeddah, adalah yang pertama sejak Biden menjabat pada tahun 2021.

Para pemimpin dan perwakilan dari negara-negara Teluk Arab lainnya, termasuk Mesir, Yordania, dan Irak juga menghadiri KTT tersebut.

Konflik Saudi-Iran yang berlangsung lama telah menjadi motif utama di balik upaya Riyadh mengejar rudal balistik dari pemasok selain Amerika Serikat, terutama setelah Amerika Serikat mengurangi penjualan senjatanya ke Kerajaan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved