Dianggap Menggangu, Parpol di Denmark Minta Adzan Dilarang
Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
Perdebatan tentang menara adzan di Denmark telah bergemuruh selama beberapa bulan, sejak sebuah masjid di Gellerupparken, dekat Aarhus, menggemakan suara adzan dari lapangan sepak bola lokal alih-alih dari masjid, karena yang terakhir disebut ditutup disebabkan pandemi virus Corona.
Ini adalah pertama kalinya adzan terdengar di negara Skandinavia, dan anggota parlemen telah memperdebatkan legalitasnya.
Resolusi yang diajukan oleh empat pihak minggu ini tidak secara khusus menyebut Islam atau agama apa pun, dan merujuk pada larangan panggilan doa menggunakanpengeras suaradi tempat umum.
Rasmus Stoklund, juru bicara Partai Sosial Demokrat yang berkuasa, mengatakan pemerintah pada dasarnya setuju bahwa panggilan doa tidak boleh diizinkan di Denmark, dan Menteri Integrasi Mattias Tesfaye sedang menyelidiki legalitas agar mereka dilarang.
Namun, larangan yang diusulkan akan berpotensi melanggar konstitusi jika ditujukan khusus untuk Islam, dan ada kekhawatiran bahwa hal itu dapat mempengaruhi gereja-gereja Kristen juga, jika hukum terlalu luas.
Ini adalah pertama kalinya adzan terdengar di negara Skandinavia, dan anggota parlemen telah memperdebatkan legalitasnya.
Resolusi yang diajukan oleh empat pihak minggu ini tidak secara khusus menyebut Islam atau agama apa pun, dan merujuk pada larangan panggilan doa menggunakanpengeras suaradi tempat umum.
Rasmus Stoklund, juru bicara Partai Sosial Demokrat yang berkuasa, mengatakan pemerintah pada dasarnya setuju bahwa panggilan doa tidak boleh diizinkan di Denmark, dan Menteri Integrasi Mattias Tesfaye sedang menyelidiki legalitas agar mereka dilarang.
Namun, larangan yang diusulkan akan berpotensi melanggar konstitusi jika ditujukan khusus untuk Islam, dan ada kekhawatiran bahwa hal itu dapat mempengaruhi gereja-gereja Kristen juga, jika hukum terlalu luas.
Lihat Juga :