Polisi Peringatkan Penduduk di Kota Kecil Arizona Tak Teriaki Turis
Minggu, 17 Juli 2022 - 18:40 WIB
loading...
Polisi Peringatkan Penduduk di Kota Kecil Arizona Tak Teriaki Turis. FOTO/Wewhoroam
A
A
A
ARIZONA - Polisi di Jerome, sebuah kota pertambangan tua di Arizona, Amerika Serikat (AS) yang dikunjungi 1 juta turis setiap tahun memperingatkan penduduk untuk berhenti meneriaki pengunjung atau mereka dapat menghadapi tuduhan pelecehan.
Seperti dilaporkan AP, Sabtu (16/7/2022), Jerome saat ini hanya berpenduduk 450 jiwa. Kota itu pernah menjadi rumah bagi salah satu tambang tembaga terbesar di Arizona dan sekarang menjadi pusat seniman. Wisatawan menikmati pemandangannya yang indah dan mengunjungi toko-toko dan bar di sepanjang jalan pegunungan berliku yang melewatinya.
Baca: Gara-gara Ponsel, Turis AS Jatuh ke Kawah Gunung Berapi Vesuvius di Italia
Tetapi polisi Jerome mengatakan di Facebook minggu ini, bahwa “telah menjadi perhatian kami beberapa orang yang mengunjungi kota kami dalam kunjungan singkat dan menggunakan izin parkir jangka pendek yang sah diteriaki atau memiliki catatan yang ditinggalkan di mobil mereka oleh penduduk setempat.”
Kepala Polisi Jerome Allen Muma mengatakan, warga belum menanggapi kondisi ini dengan baik. “Warga meneriaki pelanggar, orang yang parkir sembarangan, mereka meninggalkan catatan yang kurang menyenangkan di kendaraan mereka,” jelas Muma.
Muma menulis di Facebook untuk mendorong warga dan pengunjung untuk tidak melakukan itu. Sebaliknya, dia mendesak mereka untuk memanggil polisi. Tindakan seperti itu, tulisnya, “bisa merupakan pelecehan.”
"Saya hanya tidak ingin sesuatu meningkat ke situasi di mana kita berakhir dengan beberapa kekerasan fisik. Berteriak atau meninggalkan catatan, dalam beberapa kasus, merupakan pelecehan di bawah Arizona Revisi Statuta," jelas Muma. Ia juga mengingatkan pengunjung akan tempat parkir yang luas di luar pusat kota. Kota ini menawarkan layanan antar-jemput ke dan dari sana.
Seperti dilaporkan AP, Sabtu (16/7/2022), Jerome saat ini hanya berpenduduk 450 jiwa. Kota itu pernah menjadi rumah bagi salah satu tambang tembaga terbesar di Arizona dan sekarang menjadi pusat seniman. Wisatawan menikmati pemandangannya yang indah dan mengunjungi toko-toko dan bar di sepanjang jalan pegunungan berliku yang melewatinya.
Baca: Gara-gara Ponsel, Turis AS Jatuh ke Kawah Gunung Berapi Vesuvius di Italia
Tetapi polisi Jerome mengatakan di Facebook minggu ini, bahwa “telah menjadi perhatian kami beberapa orang yang mengunjungi kota kami dalam kunjungan singkat dan menggunakan izin parkir jangka pendek yang sah diteriaki atau memiliki catatan yang ditinggalkan di mobil mereka oleh penduduk setempat.”
Kepala Polisi Jerome Allen Muma mengatakan, warga belum menanggapi kondisi ini dengan baik. “Warga meneriaki pelanggar, orang yang parkir sembarangan, mereka meninggalkan catatan yang kurang menyenangkan di kendaraan mereka,” jelas Muma.
Muma menulis di Facebook untuk mendorong warga dan pengunjung untuk tidak melakukan itu. Sebaliknya, dia mendesak mereka untuk memanggil polisi. Tindakan seperti itu, tulisnya, “bisa merupakan pelecehan.”
"Saya hanya tidak ingin sesuatu meningkat ke situasi di mana kita berakhir dengan beberapa kekerasan fisik. Berteriak atau meninggalkan catatan, dalam beberapa kasus, merupakan pelecehan di bawah Arizona Revisi Statuta," jelas Muma. Ia juga mengingatkan pengunjung akan tempat parkir yang luas di luar pusat kota. Kota ini menawarkan layanan antar-jemput ke dan dari sana.
Lihat Juga :