Kisah Seram Suku Kanibal Papua Nugini: Makan Jasad Musuh, Gunakan Tengkoraknya sebagai Bantal

Jum'at, 15 Juli 2022 - 22:04 WIB
loading...
Kisah Seram Suku Kanibal...
Suku Asmat di Papua Nugini pernah mempraktikkan kanibalisme. Foto/Pulse.ng
A A A
PORT MORESBY - Sebuah suku kanibal di hutan pedalaman Papua Nugini pernah menjalankan praktik barbar yang menyeramkan. Mereka berburu dan memakan jasad musuh, serta menggunakan tengkorak para korbannya sebagai bantal tidur.

Menurut laporan Daily Mirror, Jumat (15/7/2022), praktik kanibal ini dilakukan suku Asmat di Papua Nugini.

Setiap musuh yang dibunuh, kepalanya dijadikan pesta makan beramai-ramai. Untuk menyiapkan kepala musuh untuk dikonsumsi, para laki-laki suku Asmat akan mengikis kulitnya meninggalkan tengkorak berdaging yang kemudian dipanggang dalam peralatan semacam oven.

Ritual mengerikan itu dipamerkan sebagai pertunjukan dominasi dan menakuti suku lain.

Baca juga: Kisah Pria Kanibal Jepang: Perkosa Mayat Wanita, Memakannya dan Jadi Bintang Porno

Bagian tubuh yang dimutilasi juga digunakan selama upacara kedewasaan suku tersebut, di mana itu akan ditempatkan di antara paha seorang anak laki-laki karena dianggap kekuatan orang yang sudah meninggal itu dapat diteruskan.

Setelah dimodifikasi dan didekorasi sesuai dengan tradisi, tengkorak-tengkorak musuh menjadi ornamen dan akan dibanggakan sebagai pajangan di rumah-rumah panjang suku Asmat.

Mereka juga akan menempatkan tengkorak di bawah kepala mereka seperti bantal atau membelahnya menjadi dua dan menggunakannya sebagai mangkuk untuk diet rutin mereka dari otak hewan dan cacing sagu.

Namun, praktik barbar dihentikan selama tahun 1980-an.

Selama praktik barbar itu berlangsung, suku Asmat--yang membangun pemukimannya di dekat sungai untuk posisi serangan utama--juga mengambil rahang bawah musuh mereka bersama dengan bagian lain dari tulang belakang dan menghiasi diri mereka dengan liontin suram seperti piala.

Setelah kematian anggota suku lain, pelayat akan memotong kepala mendiang sebelum mengeluarkan otak dan mata.

Mereka percaya dengan menyumbat lubang hidung dan area hidung, mereka bisa mencegah roh jahat masuk ke dalam tubuh.

Anehnya, ada insiden di mana orang luar pernah berinteraksi dengan suku tersebut, namun nasibnya tak diketahui.

Michael Rockefeller--anak kelima dari mantan Wakil Presiden AS Nelson Rockefeller-- menghilang di sebuah kawasan hutan di mana masyarakat Asmat diketahui masih mempraktikkan kanibalisme pada November 1961.

Sebuah teori mengeklaim dia menjadi korban siklus balas dendam setelah beberapa anggota suku dibunuh oleh patroli Belanda pada tahun 1958. Beberapa orang berpendapat bahwa penduduk desa mungkin melihatnya sebagai bagian dari "suku kulit putih".

Dalam buku tahun 1979 yang banyak diperdebatkan--Rocky Goes West yang ditulis oleh Paul Toohey--ibu Rockefeller diduga menyewa seorang detektif swasta untuk menemukan apa yang terjadi di hutan.

Toohey mengeklaim mesin perahu ditukar dengan tiga tengkorak--yang menurut suku itu adalah para pria kulit putih yang pernah mereka bunuh.

Detektif diduga kembali ke New York dengan tengkorak dan yakin salah satu dari mereka milik ahli waris keuangan yang hilang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Fakta Dampak Pakta...
3 Fakta Dampak Pakta Pertahanan Australia dan Papua Nugini
Australia dan PNG Teken...
Australia dan PNG Teken Pakta Perang: Tentara Ausie Pasang Badan Jika Papua Nugini Diserang
2 Negara Tetangga Indonesia...
2 Negara Tetangga Indonesia Ini Batal Bentuk Pakta Pertahanan
Pria India Ini Bunuh...
Pria India Ini Bunuh dan Mutilasi Istrinya yang Sedang Hamil 5 Bulan
Wanita Hamil 9 Bulan...
Wanita Hamil 9 Bulan Ini Dibunuh dan Dimutilasi Ibu Mertuanya atas Tuduhan Lakukan Sihir
Daftar 14 Negara Menentang...
Daftar 14 Negara Menentang Diakhirinya Pendudukan Israel atas Palestina, Kebanyakan Negara Kecil
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved