HIMARS Tebar Teror, Ukraina Sebut Rusia dalam Mode Panik

Rabu, 13 Juli 2022 - 23:16 WIB
loading...
A A A
Menurut pihak Ukraina, beberapa komandan Rusia dilaporkan tewas dalam serangan HIMARS dalam seminggu terakhir.

Ukraina sekarang memiliki delapan HIMARS, dengan AS menjanjikan empat lainnya dalam waktu singkat. Haidai mengatakan para pejuang Ukraina akan membutuhkan lebih banyak lagi untuk merebut kembali wilayah yang hilang dari pendudukan Rusia.

"Sepuluh HIMARS sudah membuat perbedaan, tetapi kita membutuhkan 100 dari mereka, 10 batalyon dengan 10 HIMARS di masing-masing untuk disebarkan di seluruh garis depan," katanya.

Baca juga: Ukraina Gempur Wilayah Kherson, 5 Tewas dan 80 Terluka

"Atau setidaknya 50 dari mereka," imbuhnya.

"Maka tidak peduli siapa yang dibawa Rusia — pasukan Kadyrov (Chechnya), Buryat — mereka sudah dalam mode panik atas senjata presisi jarak jauh ini, yang menggempur posisi mereka," ujarnya.

“Sudah ada laporan desersi massal dari unit Rusia yang berbeda karena ini adalah perang nyata, ini mengerikan dan tidak ada yang ingin dikirim ke kematian mereka," ia menambahkan.

"Dan kematian cukup dijamin ketika Anda menghadapi sesuatu yang menghancurkan seperti HIMARS, yang menghancurkan segalanya," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Ngawur, Menteri Zionis...
Ngawur, Menteri Zionis Ini Klaim Gaza Milik Israel Sesuai Hukum Internasional
Rekomendasi
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Tantri Kotak Nyaris...
Tantri Kotak Nyaris Dipeluk Penonton, Arda Naff Buka Suara
Berita Terkini
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved