Putin Disebut Marah 12 Perwira Dihabisi HIMARS AS, Kehebatan S-400 Dipertanyakan
Selasa, 12 Juli 2022 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Bukan hanya televisi pemerintah yang marah atas serangan itu, tetapi Presiden Vladimir Putin juga dilaporkan mengekspresikan hal serupa.
Satu laporan media lokal mengeklaim bahwa Putin sangat marah sehingga dia sekarang menunjuk kambing hitam untuk hal itu, di mana sekutunya berpotensi disalahkan atas kegagalan sistem pertahanan rudal S-400.
Mikhail Fradkov, mantan perdana menteri Rusia yang sekarang menjabat sebagai Direktur Layanan Intelijen Asing (SVR), berpotensi disalahkan atas masalah ini.
Yan Novikov, Direktur Jenderal Kontsern Pvo Almaz-Antei OAO yang memproduksi sistem pertahanan S-400, juga berpotensi disalahkan oleh Putin.
Saluran Telegram Sanctions RF yang menyoroti perang Rusia di Ukraina mengulas tentang serangan HIMARS yang menewaskan 12 perwira Rusia."Tidak hanya itu—selama serangan di pangkalan militer di Ilovaisk, rudal HIMARS menghancurkan kompleks S-400, yang seharusnya melindungi daerah itu dari serangan udara," tulis saluran Telegram tersebut.
Namun, militer Rusia maupun Kremlin secara resmi belum berkomentar atas serangan Ukraina dengan HIMARS AS di Kherson.
Satu laporan media lokal mengeklaim bahwa Putin sangat marah sehingga dia sekarang menunjuk kambing hitam untuk hal itu, di mana sekutunya berpotensi disalahkan atas kegagalan sistem pertahanan rudal S-400.
Mikhail Fradkov, mantan perdana menteri Rusia yang sekarang menjabat sebagai Direktur Layanan Intelijen Asing (SVR), berpotensi disalahkan atas masalah ini.
Yan Novikov, Direktur Jenderal Kontsern Pvo Almaz-Antei OAO yang memproduksi sistem pertahanan S-400, juga berpotensi disalahkan oleh Putin.
Saluran Telegram Sanctions RF yang menyoroti perang Rusia di Ukraina mengulas tentang serangan HIMARS yang menewaskan 12 perwira Rusia."Tidak hanya itu—selama serangan di pangkalan militer di Ilovaisk, rudal HIMARS menghancurkan kompleks S-400, yang seharusnya melindungi daerah itu dari serangan udara," tulis saluran Telegram tersebut.
Namun, militer Rusia maupun Kremlin secara resmi belum berkomentar atas serangan Ukraina dengan HIMARS AS di Kherson.
(min)
Lihat Juga :