Presiden Sri Lanka yang Diserbu Rakyat Ada di Dekat Bandara, Hendak Kabur ke Luar Negeri?
Selasa, 12 Juli 2022 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Lima menteri mengundurkan diri pada akhir pekan, dan kantor Wickremesinghe mengatakan kabinet telah sepakat kemarin untuk mengundurkan diri secara massal setelah kesepakatan dicapai tentang "pemerintah semua partai".
Sementara itu, antrean panjang demonstran terbentuk untuk mengunjungi istana presiden—lebih panjang dari beberapa antrean bensin yang meliuk-liuk di kota Colombo.
Para pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak akan pergi sampai Rajapaksa secara resmi berhenti.
“Tuntutannya sangat jelas, orang masih meminta pengunduran diri (Rajapaksa), dan pengunduran diri penuh, dalam konfirmasi tertulis,” kata pengunjuk rasa, Dela Peiris.
“Jadi mudah-mudahan kita akan mendapatkan pengunduran diri dari pemerintah termasuk perdana menteri dan presiden dalam beberapa hari mendatang.”
Rumah pribadi perdana menteri di Kolombo juga dibakar pada Sabtu malam.
Demonstran telah berkemah di luar kantor presiden selama lebih dari tiga bulan, menuntutnya mundur karena krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.
Rajapaksa dituduh salah urus ekonomi hingga negara kehabisan pasokan devisa untuk membiayai impor paling penting, yang menyebabkan kesulitan berat bagi 22 juta penduduk.
Wickremesinghe, seorang legislator oposisi, diangkat menjadi perdana menteri pada Mei untuk mencoba memimpin negara itu keluar dari krisis ekonominya--keenam kalinya ia ditunjuk untuk jabatan itu.
Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri USD51 miliar pada April dan sedang dalam pembicaraan dengan IMF untuk kemungkinan bailout.
Negara ini hampir kehabisan persediaan bahan bakar minyak yang sudah langka. Pemerintah telah memerintahkan penutupan kantor dan sekolah yang tidak penting untuk mengurangi perjalanan dan menghemat bahan bakar.
Sementara itu, antrean panjang demonstran terbentuk untuk mengunjungi istana presiden—lebih panjang dari beberapa antrean bensin yang meliuk-liuk di kota Colombo.
Para pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak akan pergi sampai Rajapaksa secara resmi berhenti.
“Tuntutannya sangat jelas, orang masih meminta pengunduran diri (Rajapaksa), dan pengunduran diri penuh, dalam konfirmasi tertulis,” kata pengunjuk rasa, Dela Peiris.
“Jadi mudah-mudahan kita akan mendapatkan pengunduran diri dari pemerintah termasuk perdana menteri dan presiden dalam beberapa hari mendatang.”
Rumah pribadi perdana menteri di Kolombo juga dibakar pada Sabtu malam.
Demonstran telah berkemah di luar kantor presiden selama lebih dari tiga bulan, menuntutnya mundur karena krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.
Rajapaksa dituduh salah urus ekonomi hingga negara kehabisan pasokan devisa untuk membiayai impor paling penting, yang menyebabkan kesulitan berat bagi 22 juta penduduk.
Wickremesinghe, seorang legislator oposisi, diangkat menjadi perdana menteri pada Mei untuk mencoba memimpin negara itu keluar dari krisis ekonominya--keenam kalinya ia ditunjuk untuk jabatan itu.
Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri USD51 miliar pada April dan sedang dalam pembicaraan dengan IMF untuk kemungkinan bailout.
Negara ini hampir kehabisan persediaan bahan bakar minyak yang sudah langka. Pemerintah telah memerintahkan penutupan kantor dan sekolah yang tidak penting untuk mengurangi perjalanan dan menghemat bahan bakar.
(min)
Lihat Juga :