Ukraina Butuh 3 Senjata Ini untuk Akhiri Invasi Rusia

Senin, 11 Juli 2022 - 10:08 WIB
loading...
A A A
Pernyataannya muncul tak lama setelah Presiden Joe Biden menandatangani paket senjata baru senilai USD400 juta untuk Ukraina, termasuk empat tambahan sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS).

Seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa HIMARS baru yang disediakan oleh Washington akan membuat jumlah total yang dioperasikan Kiev menjadi 12 unit.

Pejabat itu mengatakan bahwa dengan bantuan sistem tersebut, Ukraina telah berhasil menyerang lokasi pasukan Rusia di Ukraina, lebih dalam di belakang garis depan dan mengganggu kemampuan Moskow untuk melakukan operasi artileri.

AS mulai memasok Ukraina dengan HIMARS pada bulan Juni, setelah Ukraina mengatakan tidak akan menggunakan senjata itu untuk menyerang wilayah Rusia.

Podolyak mengatakan bulan lalu bahwa Ukraina membutuhkan 1.000 howitzer kaliber 155 mm, 300 MLRS (M270 Multiple Launch Rocket System), 500 tank, 2.000 kendaraan lapis baja, dan 1.000 drone, untuk mengakhiri perang.

“Tidak mungkin untuk mengatakan ini dalam beberapa kata, tetapi kami memiliki konsensus di Ukraina tentang masalah ini,” kata Podolyak.

"Jika kami menerima senjata berat dengan cukup cepat, perang tidak akan memakan waktu lebih dari tiga atau enam bulan lagi, dan jika semua persyaratan terpenuhi, kami berharap untuk merebut kembali wilayah kami."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Teheran Klaim Tutup Selat Hormuz dan Hantam Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved