Ukraina: 1 Juta Tentara Siap Rebut Lagi Wilayah Selatan dari Rusia
Senin, 11 Juli 2022 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Zelensky sebelumnya mengatakan Ukraina kehilangan sekitar 200 personel militer per hari di wilayah itu.
Reznikov juga menyebutkan sekutu lainnya, mengeklaim koalisi anti-Kremlin telah lahir.
“Mitra kami di London dan Washington DC dan ibu kota lainnya, mereka berinvestasi pada kami, tidak hanya dengan uang tetapi juga harapan orang-orang mereka bahwa kami harus membuat Kremlin kalah. Kita harus memenangkan perang ini bersama-sama,” katanya.
Reznikov berpendapat aliansi lama Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah hancur. Argumen itu merujuk pada Kazakhstan, di mana Presiden Kassym-Jomart Tokayev baru-baru ini secara terbuka menolak untuk mengakui Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk sebagai negara berdaulat.
“Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat prosesi seruan kedaulatan di wilayah Rusia. Federasi Rusia akan mengakhiri hidupnya sebagai negara yang berbeda–Tatarstan, Bashkortostan, dan lain-lain,” kata Reznikov.
Rusia menginvasi Ukraina sejak 24 Februari dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Luhansk status khusus di dalam negara Ukraina. Perang hingga hari ini sudah memasuki hari kelima.
Reznikov juga menyebutkan sekutu lainnya, mengeklaim koalisi anti-Kremlin telah lahir.
“Mitra kami di London dan Washington DC dan ibu kota lainnya, mereka berinvestasi pada kami, tidak hanya dengan uang tetapi juga harapan orang-orang mereka bahwa kami harus membuat Kremlin kalah. Kita harus memenangkan perang ini bersama-sama,” katanya.
Reznikov berpendapat aliansi lama Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah hancur. Argumen itu merujuk pada Kazakhstan, di mana Presiden Kassym-Jomart Tokayev baru-baru ini secara terbuka menolak untuk mengakui Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk sebagai negara berdaulat.
“Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat prosesi seruan kedaulatan di wilayah Rusia. Federasi Rusia akan mengakhiri hidupnya sebagai negara yang berbeda–Tatarstan, Bashkortostan, dan lain-lain,” kata Reznikov.
Rusia menginvasi Ukraina sejak 24 Februari dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Luhansk status khusus di dalam negara Ukraina. Perang hingga hari ini sudah memasuki hari kelima.
(min)
Lihat Juga :