Putin Bilang Belum Memulai Apapun di Ukraina, Ini Penjelasan Kremlin

Jum'at, 08 Juli 2022 - 23:02 WIB
loading...
Putin Bilang Belum Memulai...
Kremlin beri penjelasan terkait pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang Ukraina. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
MOSKOW - Pengamatan Presiden Vladimir Putin bahwa pasukan Rusia di Ukraina “bahkan belum benar-benar memulai apa pun” hanya menyatakan bahwa Moskow jauh lebih unggul dalam kekuatan militernya. Demikian penjelasan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengklarifikasi pernyataan presiden Rusia itu.

Sebelumnya Putin menantang para pemimpin Barat yang mencari kekalahan Rusia di medan perang di Ukraina untuk menyampaikan ancaman tersebut.

“Biarkan mereka mencoba. Kami bahkan belum benar-benar memulai apa pun," kata Putin saat itu.

"Presiden hanya mengingatkan (pendengarnya) bahwa potensi militer (Ukraina dan Rusia) tidak dapat dibandingkan,” terang Peskov.

Baca juga: Perang di Ukraina, Putin Tegaskan Rusia Belum Benar-benar Memulai Apa Pun

“Kekuatan Rusia sangat besar sehingga hanya sebagian kecil saja yang terlibat dalam operasi militer khusus,” kata pejabat Kremlin itu seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (8/7/2022).

Ia menambahkan harapan Barat bahwa Ukraina dapat mengalahkan Rusia secara militer adalah tidak masuk akal dan hanya menambah penderitaan rakyat Ukraina.

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya telah menyatakan sebagai tujuan mereka di Ukraina kekalahan strategis Rusia dan menyediakan senjata serta pelatihan untuk pasukan Kiev. Pejabat tinggi Barat telah menyatakan bahwa Ukraina akan mampu mengalahkan Rusia di medan perang dengan bantuan mereka.

Pemerintah Ukraina setuju dan memutuskan pembicaraan damai dengan Rusia, yang berlangsung selama bulan-bulan pertama konflik. Moskow percaya bahwa Kiev ditekan ke posisi tanpa kompromi oleh para pendukung Baratnya.

Baca juga: Majalah Stern: Oknum Tentara Jerman Berencana Serang Jembatan Krimea

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Namun Kiev menegaskan bahwa serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca juga: Tantang Barat Lawan Rusia di Medan Perang, Putin: Biarkan Mereka Mencoba

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved