Diplomat Top: Uni Eropa Tidak Ingin Perang dengan Rusia
Kamis, 07 Juli 2022 - 17:21 WIB
loading...
Diplomat top sebut Uni Eropa tidak ingin perang dengan Rusia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BRUSSELS - Diplomat top Uni Eropa (UE) mengatakan blok negara-negara Eropa itu tidak menginginkan perang dengan Rusia . Ia menambahkan bahwa tekanan ekonomi tetap menjadi instrumen kunci dalam melawan “agresi” Moskow di Ukraina.
Menulis untuk outlet Jepang Yomiuri, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE itu mengatakan bahwa enam paket sanksi yang dijatuhkan pada Moskow oleh UE sejak akhir Februari telah menunjukkan bahwa blok tersebut dapat merespons sebagai Eropa ketika diprovokasi.
“Uni Eropa tidak menginginkan perang dengan Rusia, dan sanksi ekonomi merupakan pusat tanggapannya terhadap agresi,” tulis Borrell seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (7/7/2022).
Menunjukkan bahwa pembatasan saat ini menargetkan sekitar 1.200 individu dan 98 organisasi di Rusia, ia mengklaim bahwa mereka sudah mulai berlaku dan akan meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
“Sejauh menyangkut teknologi canggih, Rusia bergantung 45% pada Eropa dan 21% pada Amerika Serikat. Hanya 11% untuk China,” klaimnya, seraya menambahkan bahwa sanksi tersebut juga membatasi kapasitas produksi rudal presisi, yang digunakan di Ukraina.
Baca juga: Uni Eropa Beri Daftar Tugas yang Harus Dilakukan Ukraina
Menulis untuk outlet Jepang Yomiuri, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE itu mengatakan bahwa enam paket sanksi yang dijatuhkan pada Moskow oleh UE sejak akhir Februari telah menunjukkan bahwa blok tersebut dapat merespons sebagai Eropa ketika diprovokasi.
“Uni Eropa tidak menginginkan perang dengan Rusia, dan sanksi ekonomi merupakan pusat tanggapannya terhadap agresi,” tulis Borrell seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (7/7/2022).
Menunjukkan bahwa pembatasan saat ini menargetkan sekitar 1.200 individu dan 98 organisasi di Rusia, ia mengklaim bahwa mereka sudah mulai berlaku dan akan meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
“Sejauh menyangkut teknologi canggih, Rusia bergantung 45% pada Eropa dan 21% pada Amerika Serikat. Hanya 11% untuk China,” klaimnya, seraya menambahkan bahwa sanksi tersebut juga membatasi kapasitas produksi rudal presisi, yang digunakan di Ukraina.
Baca juga: Uni Eropa Beri Daftar Tugas yang Harus Dilakukan Ukraina
Lihat Juga :