Remehkan Putin, Ukraina Sebut Mustahil Rusia Bakal Gunakan Senjata Nuklir
Selasa, 05 Juli 2022 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga meremehkan ancaman Moskow yang akan menyerang target baru di Ukraina jika Barat mengirim rudal jarak jauh ke Kiev. "Itu adalah ancaman kosong," katanya.
“Putin sudah tanpa pandang bulu menghantam sasaran di Ukraina, dan dia sudah terlibat dalam perang agresi brutal terhadap Ukraina,” ujar diplomat top Ukraina tersebut, yang dilansir Selasa (5/7/2022).
“Dia (Putin) melakukan segala sesuatu yang menakutkan Ukraina dan dia terus membunuh orang Ukraina setiap hari."
“Tentara Rusia mengobarkan perang biadab dan sebagian besar menghantam sasaran sipil," ujarnya.
“Pekan lalu, Rusia menyerang banyak kota dan kota kecil di Ukraina dengan rudal jarak jauh, menewaskan puluhan orang tak bersalah,” katanya.
Mengomentari klaim Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tentang kehadiran ratusan personel intelijen AS dan Inggris yang beroperasi di Ukraina, Kuleba mengatakan bahwa itu semua adalah bagian dari propaganda Rusia.
“Menteri luar negeri Rusia mencoba satu atau lain cara untuk membenarkan perang agresif negaranya melawan Ukraina,” kata Kuleba, menambahkan bahwa alasan Lavrov menggelikan.
“Putin sudah tanpa pandang bulu menghantam sasaran di Ukraina, dan dia sudah terlibat dalam perang agresi brutal terhadap Ukraina,” ujar diplomat top Ukraina tersebut, yang dilansir Selasa (5/7/2022).
“Dia (Putin) melakukan segala sesuatu yang menakutkan Ukraina dan dia terus membunuh orang Ukraina setiap hari."
“Tentara Rusia mengobarkan perang biadab dan sebagian besar menghantam sasaran sipil," ujarnya.
“Pekan lalu, Rusia menyerang banyak kota dan kota kecil di Ukraina dengan rudal jarak jauh, menewaskan puluhan orang tak bersalah,” katanya.
Mengomentari klaim Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tentang kehadiran ratusan personel intelijen AS dan Inggris yang beroperasi di Ukraina, Kuleba mengatakan bahwa itu semua adalah bagian dari propaganda Rusia.
“Menteri luar negeri Rusia mencoba satu atau lain cara untuk membenarkan perang agresif negaranya melawan Ukraina,” kata Kuleba, menambahkan bahwa alasan Lavrov menggelikan.
Lihat Juga :