Rusia Peringatkan Tirai Besi Baru Dibentangkan di Seluruh Eropa

Jum'at, 01 Juli 2022 - 20:23 WIB
loading...
Rusia Peringatkan Tirai...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menlu Belarusia Vladimir Makei menggelar konferensi pers di Minsk pada Kamis (30/6/2022). Foto/Belta/RIA Novosti
A A A
MINSK - "Tirai Besi" baru sedang dibentangkan di seluruh Eropa, kali ini oleh kekuatan Barat yang berusaha memotong Rusia dan Belarusia terkait konflik di Ukraina.

Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov saat bertemu Menlu Belarusia Vladimir Makei di Minsk pada Kamis (30/6/2022).

Lavrov mengatakan "Tirai Besi" baru sedang dibentangkan antara Moskow dan Barat di tengah invasi Kremlin ke Ukraina.

Baca juga: Mantan Menlu AS Kissinger Ungkap 3 Kemungkinan Hasil Akhir Konflik Ukraina

"Sejauh menyangkut Tirai Besi ... pada dasarnya itu sudah turun," papar Lavrov kepada wartawan selama konferensi pers di ibukota Belarusia, Minsk.

Lavrov mengatakan Uni Eropa (UE) menghancurkan hubungan dengan Moskow, yang dibangun selama beberapa dekade, praktis dalam semalam.

Baca juga: Anjurkan Setop Kirim Senjata, Dubes Ukraina Hina Para Intelektual Jerman

Menlu Belarusia Vladimir Makei menambahkan, "Tirai Besi sekarang sedang didirikan oleh orang Barat sendiri."

Dia mengklarifikasi bahwa dia mengacu tidak hanya pada pemutusan kontak politik dan ekonomi, tetapi juga pada penghalang fisik yang didirikan di sepanjang perbatasan Polandia-Belarusia.

Makei mengatakan isolasionisme itu sepihak, karena Belarusia terus mengadvokasi dialog dengan Barat dan mencari solusi diplomatik untuk berbagai masalah.

“Ini praktis sudah selesai,” ungkap Lavrov setuju, menambahkan, “Negara-negara Barat hanya melakukannya dengan hati-hati, agar tidak mencubit apa pun, tetapi prosesnya sedang berlangsung.”

“Berbagai konferensi tingkat tinggi (KTT) yang berlangsung dua kali setahun, dan pertemuan pemerintah Rusia dan Komisi Eropa, dan ruang bersama di mana empat 'peta jalan' dibangun, dua puluh dialog sektoral, dialog bebas visa ... Semua ini dijatuhkan dalam semalam," papar Lavrov, merujuk pada peristiwa 2014, ketika Brussels mengutuk apa yang disebutnya "aneksasi" Rusia atas Krimea.

"Hubungan tidak ada sejak itu," tegas Lavrov. Menurut dia, Moskow tetap terbuka untuk diplomasi dan dialog, tetapi akan membuat keputusan tentang bagaimana terlibat kembali dengan kepentingannya sendiri.

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa mulai sekarang, kami tidak akan mempercayai baik Amerika maupun Uni Eropa. Kami akan melakukan semua yang diperlukan sehingga kami tidak harus bergantung pada mereka di sektor-sektor penting,” papar Lavrov.

Ungkapan "Tirai Besi" diciptakan Winston Churchill, yang memimpin Inggris melalui Perang Dunia Kedua.

Setahun setelah Nazi menyerah, dia menerima undangan Presiden Amerika Serikat (AS) Harry Truman untuk berbicara di perguruan tinggi di Fulton, Missouri pada Maret 1946, dan mengumumkan Perang Dingin yang akan datang dengan menyatakan, "tirai besi telah dipasang di seluruh benua," mengacu pada pembentukan pemerintahan sosialis di wilayah-wilayah yang dibebaskan Tentara Merah di Eropa Timur.

Historiografi Barat menyatakan "Tirai Besi" asli dihancurkan pada 1989, dengan runtuhnya Tembok Berlin dan penyatuan kembali Jerman, diikuti dengan runtuhnya Uni Soviet dua tahun kemudian.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved