Netanyahu Hendak Berkuasa Lagi, Komunitas Arab-Israel Bangkit Melawan
Jum'at, 01 Juli 2022 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga kesulitan meloloskan undang-undang apa pun di parlemen.
Koalisi Bennett tidak bisa mengesahkan undang-undang yang akan mencegah seseorang dengan tuntutan pidana mencalonkan diri sebagai PM.
Mereka juga gagal menyepakati pembaruan hukum pidana di Yudea dan Samaria dan ini hanya dua contoh yang terlalu banyak.
Sekarang, setelah jatuhnya pemerintahan dan lengsernya Bennett, peran kepemimpinan telah diambil rekannya Yair Lapid, yang menjabat sebagai menteri luar negeri Israel.
Namun, Bisharat mengatakan kedatangannya ke tampuk kekuasaan diperkirakan tidak akan membuat perubahan signifikan dalam kebijakan negara.
"Dia akan melanjutkan kebijakan pendudukan yang sama dan akan terus membangun pemukiman," papar dia.
"Dia mungkin menjadi lebih lembut ketika datang ke populasi Arab Israel, tetapi saya masih tidak memiliki harapan. (Yang menghibur saya adalah kenyataan) bahwa kita tidak akan memiliki Benjamin Netanyahu, seorang pria yang terus menghasut," papar dia.
Namun, kebahagiaan itu mungkin tidak bertahan lama. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan Netanyahu mungkin akan kembali.
Jika survei akurat, pemimpin Partai Likud itu akan mendapatkan 34 dari 120 kursi di parlemen Israel.
Mitra alaminya, partai-partai Ultra-Ortodoks, saat ini memiliki 24 tempat, sesuatu yang melontarkan Netanyahu ke 58 kursi, tiga tempat untuk membentuk pemerintahan.
Pada Rabu malam, Perdana Menteri Bennett mengumumkan dia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.
Koalisi Bennett tidak bisa mengesahkan undang-undang yang akan mencegah seseorang dengan tuntutan pidana mencalonkan diri sebagai PM.
Mereka juga gagal menyepakati pembaruan hukum pidana di Yudea dan Samaria dan ini hanya dua contoh yang terlalu banyak.
Sekarang, setelah jatuhnya pemerintahan dan lengsernya Bennett, peran kepemimpinan telah diambil rekannya Yair Lapid, yang menjabat sebagai menteri luar negeri Israel.
Namun, Bisharat mengatakan kedatangannya ke tampuk kekuasaan diperkirakan tidak akan membuat perubahan signifikan dalam kebijakan negara.
"Dia akan melanjutkan kebijakan pendudukan yang sama dan akan terus membangun pemukiman," papar dia.
"Dia mungkin menjadi lebih lembut ketika datang ke populasi Arab Israel, tetapi saya masih tidak memiliki harapan. (Yang menghibur saya adalah kenyataan) bahwa kita tidak akan memiliki Benjamin Netanyahu, seorang pria yang terus menghasut," papar dia.
Namun, kebahagiaan itu mungkin tidak bertahan lama. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan Netanyahu mungkin akan kembali.
Jika survei akurat, pemimpin Partai Likud itu akan mendapatkan 34 dari 120 kursi di parlemen Israel.
Mitra alaminya, partai-partai Ultra-Ortodoks, saat ini memiliki 24 tempat, sesuatu yang melontarkan Netanyahu ke 58 kursi, tiga tempat untuk membentuk pemerintahan.
Pada Rabu malam, Perdana Menteri Bennett mengumumkan dia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.
Lihat Juga :