COVID-19 Merebak, Korut Sebut Gara-gara Warganya Sentuh Benda Asing
Jum'at, 01 Juli 2022 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Para pembelot dan aktivis Korut di Korsel selama beberapa dekade menerbangkan balon yang membawa selebaran dan bantuan kemanusiaan melintasi perbatasan yang dijaga ketat.
Pemerintahan mantan presiden Moon Jae-in melarang kampanye itu pada tahun 2020, dengan alasan masalah keamanan penduduk di perbatasan, tetapi para aktivis menyebut larangan itu sebagai upaya untuk melindungi Pyongyang dan membungkam kritik di tengah upaya untuk meningkatkan hubungan lintas batas.
Sementara itu, Korut mengatakan Amerika Serikat (AS) memanfaatkan wabah COVID-19 dengan menawarkan bantuan kemanusiaan dengan tujuan politik. Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Kamis bahwa tawaran AS adalah plot untuk meredakan kritik internasional atas kebijakan permusuhannya terhadap Korea Utara.
Kementerian itu mengkritik tawaran bantuan kemanusiaan AS tidak tulus di tengah latihan militer baru-baru ini dan langkah untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi. Kementerian itu menambahkan bahwa AS, yang gagal dalam krisis COVID-19-nya sendiri, harus membatalkan tawaran "bodohnya" dan mengurus situasinya sendiri di dalam negeri.
Baca juga: Korea Utara Sebut Tawaran Bantuan Kemanusiaan AS Bermotif Politik
Washington dan Seoul telah menawarkan untuk memberikan dukungan kemanusiaan, seperti vaksin COVID-19 dan pasokan medis, ke Korut setelah wabah COVID-19 pertamanya sejak akhir April, tetapi tidak mendapat tanggapan dari Pyongyang.
Pemerintahan mantan presiden Moon Jae-in melarang kampanye itu pada tahun 2020, dengan alasan masalah keamanan penduduk di perbatasan, tetapi para aktivis menyebut larangan itu sebagai upaya untuk melindungi Pyongyang dan membungkam kritik di tengah upaya untuk meningkatkan hubungan lintas batas.
Sementara itu, Korut mengatakan Amerika Serikat (AS) memanfaatkan wabah COVID-19 dengan menawarkan bantuan kemanusiaan dengan tujuan politik. Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Kamis bahwa tawaran AS adalah plot untuk meredakan kritik internasional atas kebijakan permusuhannya terhadap Korea Utara.
Kementerian itu mengkritik tawaran bantuan kemanusiaan AS tidak tulus di tengah latihan militer baru-baru ini dan langkah untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi. Kementerian itu menambahkan bahwa AS, yang gagal dalam krisis COVID-19-nya sendiri, harus membatalkan tawaran "bodohnya" dan mengurus situasinya sendiri di dalam negeri.
Baca juga: Korea Utara Sebut Tawaran Bantuan Kemanusiaan AS Bermotif Politik
Washington dan Seoul telah menawarkan untuk memberikan dukungan kemanusiaan, seperti vaksin COVID-19 dan pasokan medis, ke Korut setelah wabah COVID-19 pertamanya sejak akhir April, tetapi tidak mendapat tanggapan dari Pyongyang.
Lihat Juga :