Wanita Ini Diculik, Diperkosa Berulang Kali dan Dipaksa Makan Daging Manusia

Kamis, 30 Juni 2022 - 15:01 WIB
loading...
Wanita Ini Diculik,...
Seorang wanita di Kongo diculik kelompok gerilyawan, diperkosa berulang kali, kemudian dipaksa memasak dan memakan daging manusia. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Seorang wanita Kongo diculik dua kali oleh gerilyawan di Republik Demokratik Kongo, berulang kali diperkosa, kemudian dipaksa memasak dan memakan daging manusia . Kejahatan ini diungkap kelompok pembela hak-hak perempuan Kongo kepada Dewan Keamanan PBB, Rabu.

Julienne Lusenge, presiden kelompok hak-hak perempuan Female Solidarity for Integrated Peace and Development (SOFEPADI), menceritakan kisah perempuan itu saat berbicara kepada 15 anggota dewan tentang konflik yang dilanda konflik di timur Kongo.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan untuk pengarahan rutin tentang Kongo, di mana pertempuran sengit antara pemerintah dan kelompok pemberontak sejak akhir Mei telah memicu gelombang kekerasan.

Lusenge mengatakan wanita itu diculik oleh militan CODECO ketika dia pergi guna membayar uang tebusan untuk anggota keluarga lain yang diculik.

Baca juga: Pejabat Kongo: JIka Rwanda Inginkan Perang, Mereka Akan Dapatkan

Wanita itu mengatakan kepada SOFEPADI bahwa dia berulang kali diperkosa dan dianiaya secara fisik. Kemudian dia mengatakan para militan menggorok leher seorang pria.

"Mereka mengeluarkan isi perutnya dan mereka meminta saya untuk memasaknya. Mereka membawakan saya dua wadah air untuk menyiapkan sisa makanannya. Mereka kemudian memberi makan semua tahanan dengan daging manusia," kata Lusenge kepada Dewan Keamanan PBB, menceritakan kisah wanita itu.

Lusenge mengatakan wanita itu dibebaskan setelah beberapa hari, tetapi ketika mencoba kembali ke rumah diculik oleh kelompok milisi lain yang anggotanya juga berulang kali memerkosanya.

"Lagi-lagi saya diminta memasak dan memakan daging manusia," kata perempuan yang akhirnya lolos itu kepada SOFEPADI, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/6/2022).

Lusenge tidak menyebutkan nama kelompok militan kedua selama pengarahan Dewan Keamanan PBB. CODECO tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

CODECO adalah salah satu dari beberapa milisi bersenjata yang telah lama memperebutkan tanah dan sumber daya di timur Kongo yang kaya mineral—konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi selama dekade terakhir.

Tentara Kongo telah terlibat dalam pertempuran sengit sejak akhir Mei dengan kelompok pemberontak M23, yang melancarkan serangan paling berkelanjutan sejak pemberontakan 2012-2013 yang merebut sebagian besar wilayah.

Pasukan penjaga perdamaian PBB telah dikerahkan di Kongo selama lebih dari 20 tahun.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Pemberontak Baloch Mengamuk,...
Pemberontak Baloch Mengamuk, Klaim Habisi 84 Orang Pasukan Pakistan, 18 Disandera
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Bentrok di Kolombia, 27 Orang Tewas
Siapa Gustavo Petro?...
Siapa Gustavo Petro? Presiden Kolombia yang Jadi Target Penculikan Trump setelah Maduro
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Rekor Sempurna Belanda...
Rekor Sempurna Belanda Terjaga di Piala Dunia, Virgil van Dijk Jadi Sorotan
Berita Terkini
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved