Kebanyakan Warga Amerika Khawatir dalam Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Rabu, 29 Juni 2022 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: India Memanas, Warga Hindu Dipenggal karena Dukung Penghina Nabi Muhammad
69% sepenuhnya memperkirakan ekonomi akan melambat atau memasuki resesi besar-besaran dalam waktu tahun depan.
Mayoritas (59%) juga tidak setuju dengan pekerjaan yang dilakukan Presiden AS Joe Biden, terutama mengenai inflasi (71% tidak setuju) dan ekonomi (66% tidak setuju).
Kedua masalah itu dinilai sama sebagai masalah dengan prioritas tertinggi untuk ditangani negara, sedangkan "investigasi 6 Januari 2021" dinilai paling akhir, di belakang wabah virus corona dan perubahan iklim.
Baca juga: Tentara Bayaran Asing Tembaki Pasukan Ukraina Teman Sendiri
Presiden telah melihat peringkat popularitasnya melemah karena inflasi telah melonjak ke level tertinggi hampir sepanjang masa dan harga bahan bakar minyak atau gas memecahkan rekor setiap pekan jika tidak setiap hari.
Jajak pendapat Civiqs yang diterbitkan pada Minggu menempatkan peringkatnya pada titik terendah sepanjang masa sebesar 32%.
69% sepenuhnya memperkirakan ekonomi akan melambat atau memasuki resesi besar-besaran dalam waktu tahun depan.
Mayoritas (59%) juga tidak setuju dengan pekerjaan yang dilakukan Presiden AS Joe Biden, terutama mengenai inflasi (71% tidak setuju) dan ekonomi (66% tidak setuju).
Kedua masalah itu dinilai sama sebagai masalah dengan prioritas tertinggi untuk ditangani negara, sedangkan "investigasi 6 Januari 2021" dinilai paling akhir, di belakang wabah virus corona dan perubahan iklim.
Baca juga: Tentara Bayaran Asing Tembaki Pasukan Ukraina Teman Sendiri
Presiden telah melihat peringkat popularitasnya melemah karena inflasi telah melonjak ke level tertinggi hampir sepanjang masa dan harga bahan bakar minyak atau gas memecahkan rekor setiap pekan jika tidak setiap hari.
Jajak pendapat Civiqs yang diterbitkan pada Minggu menempatkan peringkatnya pada titik terendah sepanjang masa sebesar 32%.
Lihat Juga :