Bulgaria Usir 70 Staf Diplomatik Rusia

Rabu, 29 Juni 2022 - 02:38 WIB
loading...
Bulgaria Usir 70 Staf Diplomatik Rusia
Bulgaria usir 70 staf diplomatik Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
SOFIA - Bulgaria mengusir 70 staf diplomatik Rusia karena adanya kekhawatiran akan aksi spionase dan telah membatasi jumlah perwakilan Moskow. Keputusan itu diambil ketika ketegangan antara dua negara yang pernah menjadi sekutu dekat itu pecah terkait perang di Ukraina.

Langkah yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdana Menteri Bulgaria adalah pengusiran terbesar diplomat Rusia oleh Sofia dalam beberapa tahun terakhir dan lebih dari setengah jumlah diplomatik Moskow di negara Balkan.

"Hari ini kami telah mengusir 70 diplomat Rusia. Banyak dari mereka bekerja langsung untuk layanan (intelijen) dan peran diplomatik mereka lebih seperti kedok," kata Perdana Menteri Bulgaria Kiril Petkov, yang pekan lalu kehilangan kepercayaan parlemen seperti dikutip dari US News, Rabu (29/6/2022).

Keputusan itu mengurangi separuh kehadiran diplomatik Rusia, yang menurut Petkov berjumlah 114 pada akhir April.

Petkov telah mengambil sikap yang luar biasa kuat terhadap Rusia untuk negara yang menikmati hubungan dekat dengan Moskow selama era komunis dan telah lama menjadi daya tarik bagi turis Rusia.

Baca juga: Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Bulgaria dan Polandia

Dia memecat menteri pertahanannya pada Februari karena menolak menyebut apa yang digambarkan Rusia sebagai "operasi militer khusus" terhadap Ukraina sebagai "perang".

Petkov juga mendukung sanksi Uni Eropa terhadap Moskow, setuju untuk memperbaiki perangkat keras militer Ukraina sementara berhenti mengirim senjata langsung ke Kiev, dan telah mengeluhkan apa yang sebelumnya disebut jumlah yang tidak proporsional kehadiran diplomatik Rusia di negaranya.

"Ini bukan tindakan agresi terhadap rakyat Rusia," kata Petkov, menggambarkan pengusiran itu.

"Ketika pemerintah asing mencoba ikut campur dalam urusan internal kami, kami memiliki lembaga yang akan merespons," ucapnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1569 seconds (11.97#12.26)