Tahanan Imigrasi Malaysia Disebut Seperti Neraka setelah 18 WNI Meninggal, Ini Respons Kemlu RI

Selasa, 28 Juni 2022 - 15:56 WIB
loading...
Tahanan Imigrasi Malaysia...
Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia, disebut seperti neraka setelah 18 WNI meninggal diduga akibat disiksa petugas. Kemlu Indonesia merespons serius laporan ini. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) melaporkan 18 warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia di Depot Tahanan Imigrasi Tawau, Sabah, Malaysia . KBMB dalam laporannya mengkritik kondisi pusat tahanan itu "seperti neraka".

Koalisi tersebut merilis laporan berjudul "Seperti di Neraka: Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia". Mereka melalui tim pencari fakta (TPF)-nya mengeklaim telah mewawancarai beberapa deportan asal Indonesia.

Menurut KBMB, laporan 18 WNI meninggal tersebut merupakan data sejak Januari 2021 sampai Maret 2022. Laporan tersebut juga mengungkap dugaan penyiksaan terhadap para WNI.

Salah satu WNI yang meninggal, yang diduga akibat disiksa, bernama Suardi.

Baca juga: Malaysia Bebaskan Majikan Pembunuh TKI Adelina, Lukai Rasa Keadilan WNI!

Menurut laporan tersebut, berdasarkan wawancara para saksi, Suardi dipukuli ramai-ramai oleh petugas Depot Tahanan Imigresen (DTI). Dia dipukuli dalam kondisi diborgol dan terluka yang kemudian dimasukkan ke sel isolasi.

Suardi dinyatakan meninggal dunia pada awal Januari 2021.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengaku telah mempelajari laporan KBMB tahun 2022 dengan judul “Seperti di Neraka: Kondisi di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia".

Kemlu menghargai KBMB dalam upaya ikut melindungi WNI di luar negeri. Kemlu memandang serius laporan tersebut dengan segera menindaklanjutinya kepada otoritas dan pihak-pihak terkait.

Kemlu telah menghubungi KBMB untuk memperoleh data rinci WNI/PMI yang dinyatakan meninggal di rumah tahanan imigrasi di Sabah serta data para deportan yang mengalami penganiayaan selama berada di Depot Tahanan Imigresen (DTI) di Sabah.

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu Judha Nugraha menjelaskan bahwa seluruh data tersebut akan ditelusuri dan dimintakan penjelasan dari otoritas di Malaysia.

Menurutnya, pemerintah Indonesia juga akan melakukan langkah tindak lanjut secara bilateral jika data ini terkonfirmasi.

“Perwakilan RI di Sabah yaitu KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau akan bertemu Pengarah Jabatan Imigresen Negeri Sabah pada hari ini. Pertemuan dimaksudkan untuk meminta keterangan dan kejelasan atas temuan KBMB, sebagai upaya Pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI/PMI di wilayah Sabah," kata Judha.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Setelah Mirip Neraka,...
Setelah Mirip Neraka, NASA Temukan Planet seperti Surga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved