Profil Sergey Sobyanin, Wali Kota Moskow yang Adopsi Renault Rusia

Selasa, 28 Juni 2022 - 14:52 WIB
loading...
Profil Sergey Sobyanin, Wali Kota Moskow yang Adopsi Renault Rusia
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Ibu kota Rusia, Moskow, memiliki seorang wali kota bernama Sergey Sobyanin yang sudah menjabat cukup lama, yakni sejak 21 Oktober 2010.

Sebelum dipercaya sebagai wali kota, Sobyanin sudah memegang beberapa posisi penting di Rusia.

Diketahui, Sobyanin pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri Rusia dan gubernur Oblast Tyumen. Lantas, bagaimana profil Sergey Sobyanin?

Baca juga: Presiden Jokowi Masuk Ukraina Melalui Polandia

Politikus senior Rusia ini lahir pada 21 Juni 1958 di Nyaksimvol, desa di utara Rusia. Sobyanin menempuh pendidikan di institut teknologi di Kostroma pada 1975.

Setamat dari sana, ia bekerja di Kota Chelyabinsk. Sobyanin kemudian meneruskan kuliahnya dan pada 1989 berhasil meraih gelar master di bidang hukum.

Baca juga: Rusia Warning NATO: Usik Crimea Bisa Sebabkan Perang Dunia III

Sementara, gelar PhD juga dia capai dengan tesisnya berjudul Status Hukum Daerah Otonom sebagai Subjek Federal Rusia.

Masyarakat Rusia mengenal Sobyanin sebagai salah satu pemimpin Rusia Bersatu. Sergey Sobyanin terpilih pertama kali menjadi Wali Kota Moskow pada 2010 dan memimpin kota besar itu hingga 2013.

Setelahnya, Sobyanin kembali terpilih menjadi wali kota pada dua pemilu berikutnya dan mengantarkan dirinya menjadi orang nomor satu di Moskow hingga saat ini.

Pada Mei 2022, Sobyanin membuat keputusan untuk mengadopsi pabrik pembuat mobil Renault asal Prancis yang ada di Rusia.

Sebelumnya, Renault diberitakan menangguhkan seluruh kegiatannya di Rusia lantaran adanya krisis serta sanksi invansi Ukraina. Aset Rusia dari grup Renault diteruskan menjadi kepemilikan negara.

Perjanjian tersebut sudah ditandatangani bersama oleh pemerintah Moskow dan grup Renault.

Adanya keputusan itu membuat Moskow berhak 100% atas saham Renault Rusia. Sobyanin mengaku melakukan hal itu demi mempertahankan karyawan dan para pekerja lain agar tidak kehilangan pekerjaan.

Aktivitas produksi mobil bermerek Soviet-Rusia Moskvitch pun mampu terus dilakukan.

(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1811 seconds (10.55#12.26)