Zelensky Ingin Pecat Bos Mata-mata Ukraina sekaligus Teman Masa Kecilnya

Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:30 WIB
loading...
Zelensky Ingin Pecat...
Kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) Ivan Bakanov. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan memiliki rencana memecat teman masa kecilnya, Ivan Bakanov, dari perannya sebagai kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU).

Rencana itu diungkapkan dalam laporan yang diterbitkan pada Kamis (23/6/2022) oleh Politico, mengutip empat pejabat Kiev.

Bakanov telah berada di sisi Zelensky sejak sekolah menengah dan menjabat sebagai manajernya selama hari-hari awalnya sebagai komedian.

Baca juga: Drone AS Tak akan Bertahan Lama di Ukraina, Kiev Kini Inginkan F-16

Dia diduga telah memancing kemarahan pemimpin Ukraina itu atas dugaan ketidakprofesionalannya.

Zelensky dilaporkan menyalahkan Bakanov karena membiarkan serangkaian kecelakaan dan desersi massal di agensinya sejak dimulainya serangan militer Rusia terhadap negara itu.

Baca juga: 2.000 Tentara Ukraina Dikepung Pasukan Rusia dan Milisi Donbass

Sekarang Zelensky mencari calon untuk menggantikannya dengan seseorang yang “lebih cocok untuk menjabat sebagai kepala SBU masa perang.”

“Pihak berwenang Kiev sangat tidak puas dengan kinerja Bakanov sebagai bos mata-mata utama negara itu dan secara aktif berusaha menyingkirkannya," ungkap seorang pejabat tinggi Ukraina yang berbicara pada Politico dengan syarat anonim.

Baca juga: Inggris Peringatkan Bisa Kirim Pengungsi Ukraina ke Rwanda

"Kami tidak puas dengan manajerialnya, Anda tahu, (keterampilan) karena sekarang Anda membutuhkan ... keterampilan manajemen anti-krisis seperti yang kami pikir tidak dia miliki," ungkap pejabat anonim itu.

Menurut sumber itu, ada orang di Kiev yang dilaporkan menyalahkan Bakanov karena gagal menanggapi serangan militer Rusia pada 24 Februari.

Sebagai salah satu orang kepercayaan dan mitra bisnis Zelensky yang paling tepercaya, Bakanov secara pribadi ditunjuk pemimpin Ukraina pada 2019 setelah Zelensky menjabat.

Dia awalnya menjabat sebagai Wakil Kepala Pertama badan tersebut, yang bertanggung jawab memimpin departemen anti-korupsi sebelum menjadi kepala seluruh organisasi pada akhir tahun itu.

Namun, sejak awal masa jabatannya di SBU, Bakanov telah menghadapi kritik tajam dari partai-partai oposisi Ukraina yang bersikeras bahwa latar belakang Bakanov dalam bisnis pertunjukan tidak cocok untuk kepala badan pengumpulan-intelijen negara tersebut.

Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved