Orang Temanggung, Sosok di Balik Sepeda Bambu Jokowi dan PM Australia
Jum'at, 24 Juni 2022 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Ketika tidak memasok para pemimpin dunia dengan sepeda bambu baru, Singgih menggunakan keahlian dengan membuka lapangan kerja bagi penduduk setempat dan menunjukkan kepada penduduk desa Indonesia bagaimana mereka dapat memanfaatkan lingkungan di sekitar mereka.
“Saya melatih anak-anak muda di sini yang kurang terampil. Kami memiliki sistem untuk melatih orang-orang yang tidak terampil sampai mereka dapat menciptakan produk yang berkualitas,” katanya.
Spedagi rancangan Singgih diambil dari nama "sepeda" dan pagi". Spedagi yang dikayuh Jokowi dan Albanese dibuat oleh tim yang terdiri dari 15 karyawan di sebuah bengkel di desa tempat Singgih tinggal, di mana dia mengendarai sepedanya sendiri setiap hari.
Batang bambu yang tumbuh dipotong oleh timnya, dilapisi bahan pengawet, dikeringkan, kemudian dilaminasi sebelum digabungkan dengan bagian lain untuk merakit rangka sepeda yang kokoh.
Penelitian telah menunjukkan bambu bisa sekuat baja bila digunakan dalam struktur ringan, dan dengan kekuatan daya pikatnya, bambu menjadikannya pengganti yang layak dan ramah lingkungan.
Sepeda bambu Spedagi yang dirakit lengkap dapat memakan waktu seminggu pengerjaan yang rumit, menghasilkan hingga Rp15 juta, dan beberapa telah dijual sampai ke Jepang.
Velg hijau yang digunakan kedua pemimpin itu dibuat dengan suku cadang yang lebih mahal, kata Kartono yang enggan membeberkan harga sepeda yang dinaiki kedua pemimpin tersebut.
“Saya melatih anak-anak muda di sini yang kurang terampil. Kami memiliki sistem untuk melatih orang-orang yang tidak terampil sampai mereka dapat menciptakan produk yang berkualitas,” katanya.
Spedagi rancangan Singgih diambil dari nama "sepeda" dan pagi". Spedagi yang dikayuh Jokowi dan Albanese dibuat oleh tim yang terdiri dari 15 karyawan di sebuah bengkel di desa tempat Singgih tinggal, di mana dia mengendarai sepedanya sendiri setiap hari.
Batang bambu yang tumbuh dipotong oleh timnya, dilapisi bahan pengawet, dikeringkan, kemudian dilaminasi sebelum digabungkan dengan bagian lain untuk merakit rangka sepeda yang kokoh.
Penelitian telah menunjukkan bambu bisa sekuat baja bila digunakan dalam struktur ringan, dan dengan kekuatan daya pikatnya, bambu menjadikannya pengganti yang layak dan ramah lingkungan.
Sepeda bambu Spedagi yang dirakit lengkap dapat memakan waktu seminggu pengerjaan yang rumit, menghasilkan hingga Rp15 juta, dan beberapa telah dijual sampai ke Jepang.
Velg hijau yang digunakan kedua pemimpin itu dibuat dengan suku cadang yang lebih mahal, kata Kartono yang enggan membeberkan harga sepeda yang dinaiki kedua pemimpin tersebut.
Lihat Juga :