Horor, Staf Medis Putuskan Kepala Bayi Baru Lahir dan Meninggalkannya di Rahim Ibunya

Rabu, 22 Juni 2022 - 00:51 WIB
loading...
Horor, Staf Medis Putuskan...
Para staf medis di Pakistan melakukan malapraktik fatal, yakni memutuskan kepala bayi yang baru lahir dan meninggalkannya di rahim ibunya. Foto/REUTERS/Ilustrasi
A A A
ISLAMABAD - Kelalaian para staf medis di Pakistan ini kelewat parah.Mereka memutuskan kepala bayi yang baru lahir dan meninggalkannya di rahim ibunya.

Insiden mengerikan ini terjadi sebuah Pusat Kesehatan Pedesaan di Provinsi Sindh. Tindakan staf medis tersebut membuat ibu berusia 32 tahun dalam kondisi yang mengancam jiwanya.

Kejadian itu mendorong pemerintah Sindh membentuk dewan penyelidikan medis untuk mengungkap dasar insiden dan melacak pelakunya.

"Wanita Bheel Hindu, yang berasal dari desa terpencil di distrik Tharparkar, pertama kali pergi ke Pusat Kesehatan Pedesaan (RHC) di daerahnya tetapi tanpa ginekolog wanita yang tersedia, staf yang tidak berpengalaman menyebabkan trauma yang luar biasa," kata Profesor Raheel Sikander, yang mengepalai unit ginekologi di Universitas Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Liaquat (LUMHS) di Jamshoro.

Baca juga: Keterlaluan! TikToker Cantik Ini Bakar Hutan demi Konten

"Staf RHC memotong kepala bayi yang baru lahir di dalam rahim ibu dan meninggalkannya di dalam dirinya dalam operasi yang gagal yang dilakukan pada hari Minggu," ujarnya.

Ketika wanita itu menghadapi situasi yang mengancam jiwa, dia dilarikan ke rumah sakit terdekat di Mithi di mana tidak ada fasilitas untuk merawatnya. "Akhirnya, keluarganya membawanya ke LUMHS di mana sisa tubuh bayi yang baru lahir dikeluarkan dari rahim ibu, menyelamatkan nyawanya," katanya.

Sikander mengatakan kepala bayi itu terperangkap di dalam dan rahim sang ibu telah pecah dan mereka harus membuka perutnya dengan pembedahan dan mengeluarkan kepalanya untuk menyelamatkan nyawanya.

Kesalahan mengerikan itu mendorong Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Sindh Dr Juman Bahoto memerintahkan penyelidikan terpisah atas kasus tersebut.

Dia mengatakan komite penyelidikan akan mencari tahu apa yang terjadi, terutama ketidakhadiran seorang ginekolog dan staf wanita di RHC di Chachro.

Komite penyelidikan juga akan memeriksa laporan bahwa wanita tersebut harus mengalami trauma karena videonya diambil saat berbaring di atas tandu.

"Ternyata, beberapa anggota staf mengambil fotonya di ponsel di bangsal ginekologi dan membagikan foto-foto itu ke grup WhatsApp yang berbeda," imbuh Juman, seperti dikutip NDTV, Selasa (21/6/2022).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved