Ribuan Anggota Parlemen Negara Eropa Desak Israel Batalkan Rencana Aneksasi Tepi Barat
Rabu, 24 Juni 2020 - 21:27 WIB
loading...
Lebih dari 1.000 anggota parlemen Eropa dari 25 negara mendesak para pemimpin mereka untuk turun tangan dan menghentikan rencana aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat yang diduduki. Foto/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Lebih dari 1.000 anggota parlemen Eropa dari 25 negara mendesak para pemimpin mereka untuk turun tangan dan menghentikan rencana aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat yang diduduki. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berniat memulai proses aneksasi minggu depan.
Dalam surat dikirim ke Menteri Luar Negeri Eropa, 1.080 anggota parlemen mengatakan mereka sangat khawatir tentang preseden yang akan ditetapkan untuk hubungan internasional, jika aneksasi ini berlangsung.
( Baca juga: Indonesia Desak ASEAN Dukung Hak Palestina dan Tolak Rencana Aneksasi Israel )
"Langkah seperti itu akan berakibat fatal bagi prospek perdamaian Israel-Palestina. Sayangnya, rencana Presiden (Donald) Trump berangkat dari parameter dan prinsip yang disepakati secara internasional," bunyi surat tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (24/6/2020).
Surat itu merujuk pada pemimpin AS tiga kali tetapi tidak menyebutkan secara langsung tentang Netanyahu, yang masih harus memutuskan berapa banyak wilayah Tepi Barat yang ingin ia caplok.
Dalam surat dikirim ke Menteri Luar Negeri Eropa, 1.080 anggota parlemen mengatakan mereka sangat khawatir tentang preseden yang akan ditetapkan untuk hubungan internasional, jika aneksasi ini berlangsung.
( Baca juga: Indonesia Desak ASEAN Dukung Hak Palestina dan Tolak Rencana Aneksasi Israel )
"Langkah seperti itu akan berakibat fatal bagi prospek perdamaian Israel-Palestina. Sayangnya, rencana Presiden (Donald) Trump berangkat dari parameter dan prinsip yang disepakati secara internasional," bunyi surat tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (24/6/2020).
Surat itu merujuk pada pemimpin AS tiga kali tetapi tidak menyebutkan secara langsung tentang Netanyahu, yang masih harus memutuskan berapa banyak wilayah Tepi Barat yang ingin ia caplok.
Lihat Juga :