Panglima Militer Inggris: Rusia Sudah Kalah Secara Strategis dalam Perang Ukraina
Jum'at, 17 Juni 2022 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Radakin memberi penghormatan kepada orang-orang Ukraina yang berani, dan bersumpah bahwa Inggris akan mendukung Kiev untuk jangka panjang dengan lebih banyak senjata.
“Kami sudah menyediakan senjata antitank, ada elemen lain yang kami sediakan dan itu akan terus berlanjut,” katanya.
Kremlin pada hari Kamis memperingatkan terhadap pasokan senjata baru Barat ke Ukraina ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengunjungi Kiev.
“Saya berharap para pemimpin ketiga negara ini dan Presiden Rumania tidak hanya fokus mendukung Ukraina dengan lebih lanjut memompa Ukraina dengan senjata,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.
"Itu akan sama sekali tidak berguna dan akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada negara," ujarnya.
Para pemimpin Eropa tiba di kota yang terletak di utara Kiev, di mana bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil tetap rusak menyusul upaya pasukan Rusia di awal invasi untuk merebut ibu kota.
Mereka melakukan perjalanan berisiko ke zona perang dengan kereta api dari Polandia.
Kiev saat ini berada di bawah jam malam dan ledakan dapat terjadi dari pertempuran di pinggiran barat ibu kota.
Ketiganya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menawarkan dukungan berkelanjutan mereka saat negara-negara Barat lainnya terus bersatu di belakang negara yang dilanda perang itu.
“Kami sudah menyediakan senjata antitank, ada elemen lain yang kami sediakan dan itu akan terus berlanjut,” katanya.
Kremlin pada hari Kamis memperingatkan terhadap pasokan senjata baru Barat ke Ukraina ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengunjungi Kiev.
“Saya berharap para pemimpin ketiga negara ini dan Presiden Rumania tidak hanya fokus mendukung Ukraina dengan lebih lanjut memompa Ukraina dengan senjata,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.
"Itu akan sama sekali tidak berguna dan akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada negara," ujarnya.
Para pemimpin Eropa tiba di kota yang terletak di utara Kiev, di mana bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil tetap rusak menyusul upaya pasukan Rusia di awal invasi untuk merebut ibu kota.
Mereka melakukan perjalanan berisiko ke zona perang dengan kereta api dari Polandia.
Kiev saat ini berada di bawah jam malam dan ledakan dapat terjadi dari pertempuran di pinggiran barat ibu kota.
Ketiganya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menawarkan dukungan berkelanjutan mereka saat negara-negara Barat lainnya terus bersatu di belakang negara yang dilanda perang itu.
Lihat Juga :