Komandan Legiun Georgia Ungkap Jumlah Warga Inggris yang Berperang di Ukraina

Selasa, 14 Juni 2022 - 20:21 WIB
loading...
Komandan Legiun Georgia...
Komandan Legiun Georgia Mamuka Mamulashvili berperang untuk Ukraina melawan Rusia. Foto/9gag.com
A A A
KIEV - Sebanyak 3.000 warga negara Inggris bertempur bersama pasukan Ukraina melawan pasukan Rusia. Surat kabar Inggris The Independent melaporkan hal itu pada Selasa (14/6/2022), mengutip seorang komandan unit sukarelawan asing Legiun Georgia.

Mamuka Mamulashvili yang memimpin Legiun Georgia, mengatakan total hampir 20.000 pejuang asing saat ini bertugas di unit sukarelawan di Ukraina.

Menurut perkiraan Mamulashvili, hampir sepertujuh dari mereka adalah warga negara Inggris, atau hampir 3.000 orang.

Baca juga: Ukraina Minta Evakuasi dari Pabrik Pupuk Azot di Severodonetsk

Komandan itu melanjutkan untuk mengungkapkan warga Inggris adalah kelompok kedua yang paling banyak di antara para pejuang luar negeri, diikuti warga Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Pukulan bagi Kiev, Walikota Ukraina Membelot ke Republik Rakyat Donetsk

London belum menerbitkan penghitungan resmi warga Inggris yang pergi berperang untuk Ukraina.

Baca juga: Anggota Kesepakatan Abraham Bertemu Juli, Bentuk Aliansi Militer?

Sejak Moskow menyerang tetangganya, para pejabat tinggi Inggris telah mengirim pesan beragam tentang sukarelawan Inggris yang menuju ke zona konflik.

Berbicara di program Sunday Morning BBC One pada akhir Februari, Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Liz Truss berpendapat, "itu adalah sesuatu yang orang dapat membuat keputusan mereka sendiri."

Dia menambahkan, "Jika orang ingin mendukung perjuangan Ukraina untuk kebebasan dan demokrasi, saya akan mendukung mereka dalam melakukan itu.”

Pada saat yang sama, situs web Departemen Luar Negeri Inggris memperingatkan, “Mereka yang bepergian ke Ukraina untuk berjuang, atau membantu orang lain yang terlibat dalam konflik dapat dituntut ketika mereka kembali ke Inggris.”

Downing Street dengan cepat secara terbuka menjauhkan diri dari pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris pada saat itu, dengan juru bicara mendesak warga Inggris untuk mengindahkan saran perjalanan yang relevan.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mencatat, “Kecuali Anda terlatih dengan baik, ada cara yang lebih baik untuk berkontribusi pada keamanan Ukraina.”

Dalam wawancara dengan BBC pada awal Maret, Kepala Angkatan Bersenjata Inggris Laksamana Sir Anthony David Radakin menggemakan sentimen itu, dengan mengatakan, “Akan melanggar hukum dan tidak membantu bagi personel dinas militer aktif Inggris untuk melakukan perjalanan ke zona perang.”

Sejumlah mantan tentara Inggris tetap melakukan perjalanan untuk berperang bersama militer Ukraina. Setidaknya dua orang dari mereka telah terbunuh sejauh ini.

Jordan Gatley (24) ditembak mati di kota Severodonetsk, dengan keluarganya diberitahu pada Jumat.

Pada akhir April, warga negara Inggris lainnya, Scott Sibley, dipastikan tewas di Ukraina. Dalam berita kematian di media sosial, teman-temannya menggambarkannya sebagai “mantan tentara yang bertugas.”

Kamis lalu, pengadilan di Republik Rakyat Donetsk (DPR) menyatakan dua pejuang Inggris, yang ditangkap di kota Mariupol, Ukraina, bersalah karena bertindak sebagai tentara bayaran dan berusaha merebut kekuasaan dengan paksa di DPR.

Baik Aiden Aslin dan Shaun Pinner dijatuhi hukuman mati.

London telah menolak persidangan itu sebagai "palsu" dan bersikeras bahwa kedua orang itu adalah anggota sah Angkatan Bersenjata Ukraina dan harus diperlakukan sebagai tawanan perang.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved