Bikin AS Ogah Perang Langsung, Ini Jumlah Total Nuklir Terbaru Rusia
Selasa, 14 Juni 2022 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
7. India: 160 unit
8. Israel: 90 unit (Israel adalah satu-satunya dari sembilan negara yang tidak secara resmi mengakui memiliki senjata nuklir).
9. Korea Utara: 20 hulu unit, namun diyakini memiliki cukup bahan untuk memproduksi sekitar 50 hulu ledak nuklir.
Penolakan AS untuk terlibat perang langsung dengan Rusia di Ukraina berkali-kali ditegaskan Presiden Joe Biden dan pihak Gedung Putih.
Pada Maret lalu, misalnya, Biden menolak permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memberlakukan zona larangan terbangan di wilayah udara Ukraina. Sebab, jika itu diberlakukan, maka akan memicu perang langsung antara AS atau pun NATO dengan Rusia.
“Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, zona larangan terbang akan membutuhkan implementasi,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki saat itu.
"Itu akan memerlukan kami untuk berpotensi menembak jatuh pesawat Rusia, NATO menembak jatuh pesawat Rusia," ujarnya.
"Kami tidak tertarik masuk ke Perang Dunia III," imbuh Psaki.
8. Israel: 90 unit (Israel adalah satu-satunya dari sembilan negara yang tidak secara resmi mengakui memiliki senjata nuklir).
9. Korea Utara: 20 hulu unit, namun diyakini memiliki cukup bahan untuk memproduksi sekitar 50 hulu ledak nuklir.
Penolakan AS untuk terlibat perang langsung dengan Rusia di Ukraina berkali-kali ditegaskan Presiden Joe Biden dan pihak Gedung Putih.
Pada Maret lalu, misalnya, Biden menolak permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memberlakukan zona larangan terbangan di wilayah udara Ukraina. Sebab, jika itu diberlakukan, maka akan memicu perang langsung antara AS atau pun NATO dengan Rusia.
“Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, zona larangan terbang akan membutuhkan implementasi,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki saat itu.
"Itu akan memerlukan kami untuk berpotensi menembak jatuh pesawat Rusia, NATO menembak jatuh pesawat Rusia," ujarnya.
"Kami tidak tertarik masuk ke Perang Dunia III," imbuh Psaki.
(min)
Lihat Juga :