Rentetan Kematian Misterius Berlanjut, Kini Giliran Pegawai Kemhan Iran

Selasa, 14 Juni 2022 - 07:45 WIB
loading...
Rentetan Kematian Misterius...
Rentetan kematian misterius yang dialami perwira IRGC dan pejabat Kemhan Iran terus berlanjut. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Seorang pegawai Kementerian Pertahanan (Kemhan) Iran tewas pada hari Minggu saat bertugas. Itu menjadi yang terbaru dari rentetan kematian misterius personel militer Iran dalam beberapa pekan terakhir.

"Mohammad Abdous [meninggal] syahid Minggu malam saat bertugas di provinsi utara-tengah Semnan," kata Kemhan Iran dalam sebuah pernyataan hari Senin (13/6/2022) yang disiarkan media pemerintah.

Pernyataan itu menggambarkan Abdous sebagai pegawai Kemhan dan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang perannya atau bagaimana dia tewas.

Pernyataan kementerian itu bertentangan dengan laporan sebelumnya oleh media pemerintah Iran yang mengatakan Abdous adalah anggota unit kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Baca juga: Dua Pejabat Kedirgantaraan Iran Tewas dalam Misi, Rinciannya Dirahasiakan

Fars, sebuah kantor berita yang berafiliasi dengan IRGC, mengatakan Senin pagi bahwa Abdous dan Ali Kamani mati syahid saat bertugas dalam dua insiden terpisah pada hari Minggu, menggambarkan keduanya sebagai anggota unit kedirgantaraan IRGC.

Kematian Abdous dan Kamani adalah yang terbaru dari serangkaian kematian misterius warga Iran yang terkait dengan militer negara itu dalam beberapa pekan terakhir.

Pada 22 Mei, kolonel IRGC Sayyad Khodaei dibunuh dalam serangan senjata di Teheran, Ibu Kota Iran. Pemerintah Iran menyalahkan Israel atas pembunuhannya dan bersumpah untuk membalas dendam.

Itu adalah pembunuhan paling terkenal di Iran sejak pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada 2020, yang juga dituduhkan oleh Teheran kepada Israel.

Iran tidak mengakui negara Israel dan di masa lalu menuduhnya menyerang fasilitas nuklir dan melakukan pembunuhan di dalam wilayah Iran.

Pada 26 Mei, Kemhan Iran mengatakan bahwa sebuah kecelakaan di kompleks militer Parchin dekat Teheran menewaskan Ehsan Ghadbeigi, seorang insinyur.

The New York Times kemudian melaporkan bahwa Ghadbeigi telah tewas dalam dugaan serangan pesawat tak berawak Israel.

Pada tanggal 31 Mei, insinyur kedirgantaraan Ayoob Entezari meninggal dalam keadaan yang mencurigakan. Media Israel melaporkan bahwa dia diracun di sebuah pesta makan malam. Dia, menurut laporan media Israel, mengerjakan program rudal dan drone Iran.

Pada 3 Juni, kantor berita negara Iran; IRNA, melaporkan bahwa kolonel IRGC lainnya, Ali Esmailzadeh, meninggal dalam insiden di rumahnya.

Laporan IRNA muncul beberapa jam setelah Iran International, saluran berita satelit berbahasa Persia yang berbasis di London melaporkan--dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya--bahwa IRGC membunuh Esmailzadeh setelah dia dicurigai melakukan spionase.

Saat mengonfirmasi kematian Esmailzadeh, IRNA membantah laporan Iran International bahwa IRGC berada di balik pembunuhannya, menggambarkan laporan itu sebagai “perang psikologis dan berita palsu.”

Iran International melaporkan bahwa Esmailzadeh meninggal setelah jatuh dari atap rumahnya di kota Karaj, sebelah barat Teheran. Pejabat IRGC, menurut laporan itu, memberi tahu keluarga Esmailzadeh bahwa dia bunuh diri.

Esmailzadeh adalah rekan dekat Khodaei.

Menurut laporan tersebut, sayap intelijen IRGC menuduh Esmailzadeh terlibat dalam pembunuhan Khodaei dengan membocorkan informasi ke dinas intelijen asing. IRGC, imbuh laporan tersebut, akhirnya memutuskan untuk membunuh Esmailzadeh dengan membuatnya melakukan bunuh diri.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved