Jika perang Meletus, China Unggul Alutsista, India Menang Pengalaman

Rabu, 24 Juni 2020 - 07:44 WIB
loading...
A A A
Sepanjang tahun 1999, lebih dari 250 ribu peluru, bom, dan roket, menghujani Pakistan. Hingga saat ini, konflik India vs Pakistan belum juga berakhir. Beberapa kali masih berlangsung insiden-insiden bersenjata meskipun dalam level yang tidak terlalu besar, juga aksi bom bunuh diri seperti yang terjadi pada 4 Februari 2019 lalu di Kashmir.

Polemik berkepanjangan antara dua negara diperkirakan telah merenggut 40 ribu nyawa, belum lagi 800 ribu orang lainnya yang harus mengungsi.

Adapun China di era modern baru satu kali terlibat perang. Lawannya adalah Vietnam, yang uniknya sama-sama negara berideologi komunis. Pemicunya adalah sengketa perbatasan. Perang Vietnam-China yang dikenal dengan Perang Indochina Ketiga meletus pada tahun 1979.

Perbedaan garis politik menjadi alas an kedua negara untuk angkat senjata. Pasca keretakan hubungan China-Uni Soviet pada 1960-an, Vietnam condong memihak Soviet. China tak terima. Sengketa perbatasan memperparah keadaan. Selanjutnya dengan dalih melindungi etnis Tionghoa, yang menjadi minoritas di Vietnam, China memutuskan –dalam bahasa Deng Xiao Ping– “memberi pelajaran” kepada tetangganya.

Beijing mengerahkan lebih dari 200 ribu prajuritnya beserta 200-an tank dan kendaraan tempur lain ke 26 titik di perbatasan kedua negara yang merentang sejauh 1.400 km. Dalam waktu singkat, Tentara Pembebasan Rakyat China merangsek masuk sejauh 20 km ke wilayah Vietnam.

Vietnam tak lantas ciut. Negeri itu hanya mengerahkan sedikit pasukan regulernya, yang tetap dikonsentrasikan untuk menjaga ibukota Hanoi. Vietnam mengandalkan sekira 150 ribu personel yang terdiri dari pasukan reguler penjaga perbatasan ditambah milisi setempat.

Dalam pertempuran dua hari diperkirakan 4.000 tentara China tewas. Strategi dan taktik Vietnam, yang menghindari perang frontal, jauh lebih jitu. Keterlibatan banyak gerilyawan veteran perang melawan invasi AS membuat pasukan Vietnam memenangi beberapa pertempuran. Mereka juga mendapat dukungan persenjataan modern dan logistik dari Uni Soviet. Vietnam pun sukses mempermalukan China.

Dalam perang itu, lebih dari 25 ribu jiwa China tewas dan ribuan lain luka-luka, sementara Vietnam kehilangan sekira 10 ribu rakyatnya dan ribuan lain luka-luka di samping rakyat sipil yang jadi korban.

Perang China versus Vietnam membuktikan keunggulan senjata bukan jaminan untuk keluar sebagai pemenang.
(rza)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Berita Terkini
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved