Jika perang Meletus, China Unggul Alutsista, India Menang Pengalaman

Rabu, 24 Juni 2020 - 07:44 WIB
loading...
Jika perang Meletus,...
Pasukan China-India di perbatasan
A A A

Tensi konflik China-India memang dikabarkan mulai menurun. Itu terjadi setelah pemimpin kedua negara sepakat menarik pasukan dari wilayah konflik. Tapi itu tidak mengurangi kewaspadaan India. Selasa (23/6) kemarin, New Delhi mendesak mitranya, Rusia, untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan rudal yang telah dibelinya. Transaksi pembelian lima unit sistem pertahanan rudal canggih senilai US$12 miliar itu disepakati dua tahun silam.

Awalnya Rusia menunda pengiriman hingga Desember tahun 2021 dengan alasan harus berkonsentrasi menghadapi pandemi Covid-19. Kesepakatan baru itu tercapai setelah Menteri Pertahanan India Rajnath Singh dalam kunjungan tiga hari di Moskow bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov.

“Diskusi saya dengan Wakil PM Yuri Borisov sangat produktif dan positif. Saya diyakinkan bahwa kontrak yang telah disepakati akan dipertahankan dan dalam sejumlah kasus akan diselesaikan dalam tempo lebih singkat,” tutur Singh sebagaimana dikutip Sputniknews Rabu (24/6) ini.

Bentrokan antara kedua negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia itu dikabarkan menewaskan 20 prajurit India. Sedangkan Tiongkok menolak menyebutkan berapa jumlah serdadunya yang meregang nyawa dalam peristiwa itu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Anurag Srivastava mengatakan bentrokan muncul karena ulah China. "Bentrokan muncul dari upaya China untuk mengubah status quo secara sepihak di perbatasan," katanya.

Sementara dikutip dari South China Morning Post, China mengatakan India masuk ke kawasannya secara ilegal. "Mereka dengan sengaja memprovokasi serangan," kata Juru Bicara pasukan China yang bertugas, Zhang Shuli.

Sebenarnya, perseteruan kedua negara di wilayah itu sudah terjadi sejak 1962. Setelah terakhir memakan korban 4 tentara India di tahun 1975, korban jiwa baru terjadi lagi sekarang.

India dan China merupakan dua negara tetangga yang sama-sama dihuni oleh lebih dari 1 miliar penduduk. Militer keduanya juga masuk ke dalam top 10 terkuat di dunia versi Global Fire Power.

Kekuatan militer China berada di peringkat ketiga setelah Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Posisi India tepat di belakang ketiga negara itu.
Meski secara jumlah personel militer, China kalah jumlah dari India, tetapi kelengkapan alutsista untuk angkatan udara (AU), darat (AD) hingga laut (AL) Tiongkok lebih unggul dari segi jumlah.

Anggaran pertahan China juga jauh lebih besar dari anggaran militer India. Nominalnya nyaris empat kali lipat dari anggaran militer India.
China juga menaikkan anggaran untuk pertahanannya hingga 6,6% untuk tahun ini menjadi RMB 1.268 miliar atau setara dengan US$ 178,6 miliar. Namun menurut perhitungan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) anggaran militer China mencapai US$261 miliar.

Menurut Global Firepower, Tiongkok memiliki 21.830.000 serdadu aktif dan 510.000 pasukan cadangan. Sedangkan India diperkuat oleh 14.440.000 tentara dan 210.000 prajurit pelapis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
AS kembali Serang Iran,...
AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
Berita Terkini
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved