Penulis Bangladesh Kritik Kaum Muslim Fanatik: Jika Nabi Muhammad Masih Hidup Hari Ini...

Sabtu, 11 Juni 2022 - 19:49 WIB
loading...
Penulis Bangladesh Kritik...
Penulis Bangladesh Taslima Nasreen mengkritik kaum muslim fanatik dalam demo yang menyebar luas di India terkait pernyataan Nupur Sharma yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Foto/Twitter @taslimanasreen
A A A
NEW DELHI - Penulis Bangladesh Taslima Nasreen ikut meramaikan keributan yang sedang berlangsung di India atas pernyataan politisi perempuan yang dianggap menghina Nabi Muhammad . Dia mengkritik protes kekerasan di berbagai wilayah di India yang dia sebut sebagai "kegilaan muslim fanatik".

Keributan di India dipicu oleh komentar juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) yang sekarang ditangguhkan, Nupur Sharma, yang dianggap menghina Nabi Muhammad dalam sebuah debat di televisi.

Melalui Twitter, Taslima Nasreen—yang meninggalkan negaranya sejak 1994 karena mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok fundamentalis—mengkritik reaksi berlebihan dari kaum muslim fanatik.

Baca juga: Protes Penghinaan Nabi Muhammad Berujung Rusuh, 2 Demonstran Ditembak Mati

Dia telah memperoleh kewarganegaraan Swedia dan tinggal di Amerika Serikat dan Eropa dalam dua dekade terakhir. Bagi kelompok fundamentalis di Bangladesh, penulis tersebut dianggap memiliki pandangan anti-Islam.

"Bahkan jika Nabi Muhammad masih hidup hari ini, dia akan terkejut melihat kegilaan para muslim fanatik di seluruh dunia," tulis dia via akun @taslimanasreen, seperti dikutip NDTV, Sabtu (11/6/2022).

Pernyataan Taslima Nasreen muncul setelah protes besar pecah di beberapa negara bagian India, termasuk Delhi, Uttar Pradesh, Benggala Barat dan Jharkhand atas pernyataan Nupur Sharma.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Bakal Terseret jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved