Intervensi Raja Salman Tak Mempan, Napi Pembunuh di Saudi Dieksekusi

Rabu, 24 Juni 2020 - 00:46 WIB
loading...
Intervensi Raja Salman...
Hadi bin Kadamah, napi terlama di Arab Saudi dieksekusi mati pada Selasa (23/6/2020). Foto/Gulf News
A A A
RIYADH - Narapidana (napi) terlama di Arab Saudi , Hadi bin Kadamah, dieksekusi mati hari Selasa (23/6/2020) atas kasus pembunuhan. Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud sempat intervensi menjadi mediator agar keluarga korban memberi ampun sehingga hukuman mati tak dilaksanakan, namun ampunan tak diberikan.

Pelaksanaan eksekusi dilaporkan Erm News yang mengutip sumber resmi otoritas hukum setempat. Tak dijelaskan napitersebut dieksekusi dengan cara apa, namun praktik umum eksekusi mati di negara itu adalah dipancung.

Hadi bin Kadamah telah menghabiskan 28 tahun di penjara. Dia dieksekusi setelah dihukum mati karena membunuh sepupunya di Dhahran, wilayah Asir, pada tahun 1992. Ada beberapa upaya mediasi selama bertahun-tahun di mana dia telah meminta pengampunan dari keluarga korban.

Beberapa jam sebelum eksekusi, dia masih berharap untuk mendapat pengampunan. Kata-kata terakhirnya disampaikan kepada keluarga korban, di mana dia meminta agar diampuni sehingga dia bisa dibebaskan.

Pada bulan Februari, pelaksanaan eksekusi mati ditunda karena upaya mediator, termasuk Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Putra Mahkota Mohammad bin Salman dan kepala suku. Mereka intervensi dengan memintakan ampunan kepada keluarga korban demi pembebasannya.

Dalam sebuah surat, Hadi din Kadamah menceritakan detail tentang kejahatannya. "Saya memperkenalkan diri kepada Anda; Saya adalah saudara Anda, tahanan Hadi bin Saud Bin Kadamah Al Sharif Al Hababi. Saya mengimbau Anda untuk berdiri bersama saya dalam kemalangan saya dan membantu saya untuk diampuni dan dibebaskan," bunyi surat tersebut, yang dilansir Gulf News, Rabu (24/6/2020). (Baca: Raja Salman Desak Filipina Ambil 50 Jenazah Warganya Korban Covid-19 )

Hadi bin Kadamah mengingat detail perselisihan yang terjadi antara dia dan sepupunya, Sultan. "Perselisihan antara kami berubah menjadi pertukaran beberapa tikaman. Ketika sepupu saya jatuh ke tanah, dia masih hidup. Saya membawanya ke fasilitas medis terdekat di Dhahran tempat dia meninggal karena luka-lukanya," lanjut surat tersebut.

Dalam surat itu, Hadi bin Kadamah memohon kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman, serta kepada emir wilayah Asir, semua tokoh dan kepala suku terkemuka untuk membantunya dibebaskan.

Terlepas dari semua upaya semua itu, keluarga korban tetap menolak untuk memberikan ampunan dan bersikeras untuk eksekusi mati. (Baca: Iran Bersiap Eksekusi Agen Mossad yang Terlibat Pembunuhan Soleimani )

Akun Twitter milik suku Qahtan mengungkapkan sebelumnya bahwa emir wilayah Asir, Pangeran Turki bin Talal, pergi ke keluarga korban sesaat sebelum eksekusi. Dia mencoba membujuk keluarga korban untuk menerima uang darah dan memaafkan si pembunuh.

Sejumlah kepala suku juga mengunjungi keluarga korban beberapa jam sebelum eksekusi. Namun, tetap saja semua upaya itu tidak berhasil. Bahkan, para aktivis yang meminta pembebasannya juga tidak membuahkan hasil. (Baca juga: Dokter Reisa Jelaskan Penggunaan Dexamethasone Sesuai Saran WHO )
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Berita Terkini
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved