Ukraina Geram pada Israel karena Tolak Jual Iron Dome untuk Melawan Rusia

Rabu, 08 Juni 2022 - 04:31 WIB
loading...
A A A
Israel mengirimkan 2.000 helm dan 500 jaket antipeluru yang, menurut Kementerian Pertahanan, akan diberikan kepada pasukan penyelamat dan organisasi sipil.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Tel Aviv telah mencoba untuk mempertahankan hubungannya dengan Moskow dan sampai saat ini menolak untuk mengirim peralatan pertahanan ke Ukraina—alih-alih mengirim lebih dari 100 ton bantuan kemanusiaan dan mendirikan rumah sakit lapangan di Ukraina barat selama enam minggu.

Kebijakan Israel sangat kontras dengan kebijakan AS dan banyak negara Eropa, yang telah menyediakan persenjataan mematikan bagi Ukraina.

Pada hari Senin, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengumumkan bahwa Inggris akan memasok Kiev sistem roket multi-peluncuran M270, yang dapat menyerang target yang jauhnya 80 kilometer.

Israel, imbuh Korniychuk, juga menolak untuk membantu tentara Ukraina yang terluka.

“Kami meminta Israel untuk menerima mantan tentara yang anggota tubuhnya diamputasi agar sesuai dengan prostesis, dan Israel menunda. Tidak ada bantuan kemanusiaan lebih dari ini,” katanya.

“Pemerintah Israel harus mempertimbangkan aspek moral dan memutuskan apakah akan bergabung dengan pihak kanan seperti negara demokrasi lain di dunia,” kata duta besar tersebut.

Setelah mengecam kebijakan Israel, Korniychuk memastikan bahwa Kiev berterima kasih kepada warga, perusahaan, dan organisasi Israel, yang telah membantu Ukraina sejak hari pertama perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
Boyamin: Penetapan Tersangka...
Boyamin: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
Badai Petir Ancam Laga...
Badai Petir Ancam Laga Inggris vs Prancis, FIFA Siapkan Protokol Darurat Cuaca
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved