Iran Hukum Mati Pria Muslim Sunni karena Bunuh 2 Ulama Syiah

Selasa, 07 Juni 2022 - 22:43 WIB
loading...
Iran Hukum Mati Pria...
Pengadilan Iran menghukum mati pria Muslim Sunni asal Afghanistan karena membunuh dua ulama Syiah dalam serangan pisau. Foto/SINDOnews.com/Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Pengadilan di Iran telah menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria Muslim Sunni karena membunuh dua ulama Syiah dalam serangan pisau di sebuh kuil pada bulan April. Serangan itu juga melukai orang ketiga.

"Pengadilan revolusioner menjatuhkan hukuman mati...dan pengacaranya telah mengajukan banding. Kasus ini telah dilimpahkan ke Mahkamah Agung," kata juru bicara otoritas kehakiman, Masoud Setayeshi, pada konferensi pers yang disiarkan langsung di situs web yang dikelola negara, Selasa (7/6/2022), seperti dikutip Asharq Al-Awsat.

Para pejabat setempat mengatakan penyerang adalah Abdolatif Moradi (21) seorang pria Muslim Sunni etnis Uzbekistan asal Afghanistan dengan pandangan radikal.

Dia ditangkap setelah serangan di sebuah kul yang merupakan situs Muslim Syiah di timur laut kota Mashhad.

Baca juga: Aksi Protes Merebak, Khamenei: Musuh Ingin Gulingkan Pemerintah

Serangan terhadap ulama dan pejabat pemerintah jarang terjadi di Iran setelah pihak berwenang memperketat tindakan keamanan dan menindak kelompok oposisi menyusul serangkaian serangan dan pengeboman yang menewaskan puluhan pejabat dan ulama setelah revolusi 1979.

Namun, seorang ulama konservatif senior terluka ringan setelah diserang oleh seorang pria dengan pisau setelah salat Jumat pekan lalu di pusat kota Isfahan.

Ada beberapa minggu kerusuhan di Iran setelah lonjakan harga pangan dan di tengah kemarahan publik dengan para pemimpin pemerintah dan ulama yang kuat atas runtuhnya gedung yang mematikan bulan lalu yang secara luas disalahkan pada korupsi dan langkah-langkah keamanan yang lemah.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved