Hampir 200 Ribu Tewas Akibat COVID-19, PBB Luncurkan Upaya Vaksin Global
Sabtu, 25 April 2020 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Penyebaran COVID-19 meningkatkan risiko medis lainnya dengan WHO memperingatkan hampir 400 ribu orang lainnya dapat meninggal karena malaria karena gangguan pada pasokan kelambu dan obat-obatan.
Korban tewas harian di negara-negara Barat tampaknya turun, sebuah tanda yang diharapkan oleh para ahli epidemiologi. Tetapi WHO telah memperingatkan bahwa negara-negara lain masih dalam tahap awal pertempuran.
Menurut penghitungan AFP kematian akibat COVID-19 secara global telah meningkat melewati 195 ribu. Tetapi kasus-kasus baru yang dilaporkan tampaknya telah berkurang sekitar 80.000 sehari.
AS adalah negara yang paling terpukul sejauh ini akibat pandemi ini, mencatat lebih dari 51.000 kematian dan lebih dari 890.000 infeksi.
Dorongan upaya vaksi global Sekjen PBB ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump memicu protes dan cemoohan dengan sarannya menyuntikkan desinfektan kepada pasien virus Corona. (Baca: Ide Gila Trump: Pasien COVID-19 Disuntik Disinfektan dan Ditembak UV )
Korban tewas harian di negara-negara Barat tampaknya turun, sebuah tanda yang diharapkan oleh para ahli epidemiologi. Tetapi WHO telah memperingatkan bahwa negara-negara lain masih dalam tahap awal pertempuran.
Menurut penghitungan AFP kematian akibat COVID-19 secara global telah meningkat melewati 195 ribu. Tetapi kasus-kasus baru yang dilaporkan tampaknya telah berkurang sekitar 80.000 sehari.
AS adalah negara yang paling terpukul sejauh ini akibat pandemi ini, mencatat lebih dari 51.000 kematian dan lebih dari 890.000 infeksi.
Dorongan upaya vaksi global Sekjen PBB ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump memicu protes dan cemoohan dengan sarannya menyuntikkan desinfektan kepada pasien virus Corona. (Baca: Ide Gila Trump: Pasien COVID-19 Disuntik Disinfektan dan Ditembak UV )
(ber)
Lihat Juga :