Iran Didesak Jelaskan Keberadaan Uranium di Tiga Situs Nuklir Rahasia
Rabu, 01 Juni 2022 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Kekuatan-kekuatan itu sampai sekarang berulang kali menghindar untuk menegur Iran di dewan mengenai masalah yang sama, karena khawatir hal itu dapat membahayakan pembicaraan nuklir di Wina.
Baca: Iran Pamer Pangkalan Drone Bawah Tanah, Lokasi Dirahasiakan
Namun, dengan pembicaraan itu terhenti dan harapan memudar untuk kesepakatan nuklir yang dihidupkan kembali, Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan: “Kami sedang berkonsultasi dengan mitra kami tentang tindak lanjut yang akan diberikan untuk situasi ini di Dewan Gubernur berikutnya.”
Pada bulan Maret, Iran dan IAES sepakat tentang pendekatan untuk menyelesaikan masalah situs tersebut. Di bawah perjanjian itu, kepala agensi Rafael Grossi akan “melaporkan kesimpulannya” kepada pengawas Dewan Gubernur minggu depan.
Iran sendiri mengatakan laporan terbaru IAEA "tidak adil," dan menyalahkan pengaruh Israel. "Dikhawatirkan tekanan politik yang diberikan oleh rezim Zionis dan beberapa aktor lain telah menyebabkan jalur normal laporan badan tersebut berubah dari teknis ke politik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.
Baca: Iran Pamer Pangkalan Drone Bawah Tanah, Lokasi Dirahasiakan
Namun, dengan pembicaraan itu terhenti dan harapan memudar untuk kesepakatan nuklir yang dihidupkan kembali, Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan: “Kami sedang berkonsultasi dengan mitra kami tentang tindak lanjut yang akan diberikan untuk situasi ini di Dewan Gubernur berikutnya.”
Pada bulan Maret, Iran dan IAES sepakat tentang pendekatan untuk menyelesaikan masalah situs tersebut. Di bawah perjanjian itu, kepala agensi Rafael Grossi akan “melaporkan kesimpulannya” kepada pengawas Dewan Gubernur minggu depan.
Iran sendiri mengatakan laporan terbaru IAEA "tidak adil," dan menyalahkan pengaruh Israel. "Dikhawatirkan tekanan politik yang diberikan oleh rezim Zionis dan beberapa aktor lain telah menyebabkan jalur normal laporan badan tersebut berubah dari teknis ke politik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.
Lihat Juga :