Hadapi Dakwaan Pengkhianatan, Eks Presiden Ukraina Coba Kabur ke Polandia
Sabtu, 28 Mei 2022 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
“Ini adalah tatanan politik yang terlihat menjijikkan,” tulis politisi Ukraina, Irina Gerashchenko, di Telegram, mencatat bahwa Poroshenko dicegah meninggalkan negara itu meskipun dia memiliki surat perjalanan yang sah dari Parlemen untuk menghadiri Majelis Parlemen NATO di Lithuania.
Poroshenko secara teknis masih menjadi anggota Parlemen Ukraina. Pada Desember 2021, pemerintah saat ini mendakwanya dengan pengkhianatan dalam skema dugaan pembelian batu bara dari separatis Donbas yang pro-Rusia pada 2014-2015.
Dia melakukan perjalanan ke Turki saat dakwaan diumumkan, tetapi menunjukkan keinginan untuk kembali ke Kiev pada Januari.
Pengadilan kemudian menolak permintaan pemerintah untuk memenjarakannya, atau bahkan menjadi tahanan rumah.
Dikenal sebagai "Raja Cokelat" berkat kepemilikannya atas raksasa permen Roshen, Poroshenko telah mengumpulkan kerajaan bisnis besar di Ukraina selama tahun 1990-an, termasuk galangan kapal dan saluran televisi.
Dia pernah memberi tahu Washington Post bahwa dirinya memainkan peran kunci dalam pemberontakan Maidan Februari 2014 yang menggulingkan presiden terpilih Viktor Yanukovich.
Poroshenko secara teknis masih menjadi anggota Parlemen Ukraina. Pada Desember 2021, pemerintah saat ini mendakwanya dengan pengkhianatan dalam skema dugaan pembelian batu bara dari separatis Donbas yang pro-Rusia pada 2014-2015.
Dia melakukan perjalanan ke Turki saat dakwaan diumumkan, tetapi menunjukkan keinginan untuk kembali ke Kiev pada Januari.
Pengadilan kemudian menolak permintaan pemerintah untuk memenjarakannya, atau bahkan menjadi tahanan rumah.
Dikenal sebagai "Raja Cokelat" berkat kepemilikannya atas raksasa permen Roshen, Poroshenko telah mengumpulkan kerajaan bisnis besar di Ukraina selama tahun 1990-an, termasuk galangan kapal dan saluran televisi.
Dia pernah memberi tahu Washington Post bahwa dirinya memainkan peran kunci dalam pemberontakan Maidan Februari 2014 yang menggulingkan presiden terpilih Viktor Yanukovich.
Lihat Juga :