Rugi Besar karena Perang, Orang Terkaya Ukraina Akan Tuntut Rusia
Jum'at, 27 Mei 2022 - 01:27 WIB
loading...
A
A
A
Akhmetov telah melihat kerajaan bisnisnya hancur sebelum perang oleh delapan tahun pertempuran di timur Ukraina, setelah separatis pro-Rusia mengambil alih petak-petak wilayah di sana. “Saya tetap di Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai. Kami percaya pada negara kami dan percaya pada kemenangan kami," tegasnya.
Sementara itu, banyak warga Mariupol yang tak lagi melihat masa depan di kotanya. Salah satunya adalah Angela Kopytsa, 52 tahun. "Tidak ada pekerjaan, tidak ada makanan, tidak ada air," katanya, seraya menambahkan bahwa baik rumah maupun kehidupannya telah "hancur". Kota ini telah hidup tanpa listrik sejak awal Maret.
Kopytsa menangis ketika dia menceritakan bagaimana selama perang dia harus berbagi makanan dengan anak-anak dan cucunya dan bagaimana "anak-anak di bangsal bersalin sekarat karena kelaparan".
"Masa depan apa?" katanya dalam bahasa Rusia. "Aku tidak punya harapan untuk apa pun". Tiga bulan pertempuran di Mariupol telah membuat ratusan ribu orang lari menyelamatkan diri dan menyebabkan penderitaan dan kematian yang tak terhitung.
Sementara itu, banyak warga Mariupol yang tak lagi melihat masa depan di kotanya. Salah satunya adalah Angela Kopytsa, 52 tahun. "Tidak ada pekerjaan, tidak ada makanan, tidak ada air," katanya, seraya menambahkan bahwa baik rumah maupun kehidupannya telah "hancur". Kota ini telah hidup tanpa listrik sejak awal Maret.
Kopytsa menangis ketika dia menceritakan bagaimana selama perang dia harus berbagi makanan dengan anak-anak dan cucunya dan bagaimana "anak-anak di bangsal bersalin sekarat karena kelaparan".
"Masa depan apa?" katanya dalam bahasa Rusia. "Aku tidak punya harapan untuk apa pun". Tiga bulan pertempuran di Mariupol telah membuat ratusan ribu orang lari menyelamatkan diri dan menyebabkan penderitaan dan kematian yang tak terhitung.
(esn)
Lihat Juga :