Lavrov Ungkap Strategi Geopolitik Rusia, Sebut Barat Diktator
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
“Mayoritas proyek dengan China terkonsentrasi di sana. Ini merupakan kesempatan bagi kita mewujudkan potensi kita di bidang teknologi tinggi, termasuk energi nuklir, tetapi juga di sejumlah bidang lainnya,” tutur dia, dilansir RT.com.
Baca juga: Penjaga Keamanan Dibunuh di Kedutaan Besar Qatar di Paris
Pernyataan Lavrov dibuat di “100 Pertanyaan untuk Pemimpin”, acara tradisional yang diselenggarakan akademi Moskow yang dinamai sama dengan Evgeny Primakov, menteri luar negeri Rusia pada 1996-1998 dan setelah itu menjadi perdana menteri.
Mengatasi gejolak yang sedang berlangsung di Ukraina, Lavrov mengatakan Moskow telah mencoba menyelesaikan krisis Donbass dengan meminta Kiev menerapkan Protokol Minsk, tetapi Barat hanya berpura-pura peduli dengan pembicaraan tersebut, dan sebaliknya “mendorong posisi arogan rezim Kiev.”
“Sekarang Barat bereaksi dengan marah terhadap Rusia yang membela kepentingan fundamentalnya yang benar-benar sah,” tegas Lavrov.
Dia menekankan, “Para pemimpin Barat mengucapkan mantra dan menyatakan bahwa mereka harus mengalahkan Rusia, atau membuat Rusia kalah di medan perang, tanpa memahami sejarah atau sifat Rusia.”
Baca juga: Penjaga Keamanan Dibunuh di Kedutaan Besar Qatar di Paris
Pernyataan Lavrov dibuat di “100 Pertanyaan untuk Pemimpin”, acara tradisional yang diselenggarakan akademi Moskow yang dinamai sama dengan Evgeny Primakov, menteri luar negeri Rusia pada 1996-1998 dan setelah itu menjadi perdana menteri.
Mengatasi gejolak yang sedang berlangsung di Ukraina, Lavrov mengatakan Moskow telah mencoba menyelesaikan krisis Donbass dengan meminta Kiev menerapkan Protokol Minsk, tetapi Barat hanya berpura-pura peduli dengan pembicaraan tersebut, dan sebaliknya “mendorong posisi arogan rezim Kiev.”
“Sekarang Barat bereaksi dengan marah terhadap Rusia yang membela kepentingan fundamentalnya yang benar-benar sah,” tegas Lavrov.
Dia menekankan, “Para pemimpin Barat mengucapkan mantra dan menyatakan bahwa mereka harus mengalahkan Rusia, atau membuat Rusia kalah di medan perang, tanpa memahami sejarah atau sifat Rusia.”
Lihat Juga :