Layani Seks, Para Pengungsi Wanita Ukraina Tawarkan Fantasi Perang

Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:18 WIB
loading...
Layani Seks, Para Pengungsi...
Para pengungsi wanita Ukraina beralih jadi pekerja seks di Irlandia. Foto/SINDOnews.com/Ilustrasi
A A A
DUBLIN - Para wanita Ukraina yang melarikan diri dari perang beralih menjadi pekerja seks komersial. Para pengungsi tersebut menawarkan layanan seks untuk para pria dengan fantasi yang terinspirasi perang.

Layanan seperti itu diungkap seorang peneliti yang memantau Escort Ireland, situs escort terbesar di Irlandia. Situs ini mempekerjakan para wanita Ukraina yang baru tiba.

Peneliti yang bekerja untuk Organisasi Kerja Sama dan Keamanan Eropa (OSCE) tersebut memaparkan temuannya kepada sebuah LSM Irlandia.

Di tengah membanjirnya pengungsi dari Ukraina, peneliti mengatakan bahwa pencarian internet untuk membeli layanan seks dari para wanita Ukraina meningkat hingga 600%.

Baca juga: AS Ingin Persenjatai Ukraina Rudal Canggih yang Bisa Tenggelamkan Kapal Perang Rusia

Sejak pengungsi mulai meninggalkan Ukraina pada akhir Februari, Escort Ireland telah melaporkan peningkatan 250% dalam pencarian wanita Ukraina. Demikian disampaikan Valiant Richey, Koordinator untuk Memerangi Perdagangan Manusia dan Perwakilan Khusus OSCE, pada konferensi online.

"Di negara lain, lonjakan pencarian layanan prostitusi dari wanita Ukraina melonjak sebanyak 600%," kata Richey pada konferensi yang diselenggarakan oleh Beyond Exploitation, sebuah LSM Irlandia, sebagaimana dilansir dari Russia Today, Sabtu (21/5/2022).

Richey mengeklaim bahwa Escort Ireland, pasar terkemuka di negara itu untuk prostitusi dan layanan seksual lainnya, menawarkan pelanggan kesempatan untuk menjalani "fantasi yang terinspirasi perang" mereka dengan wanita Ukraina.

Namun, tidak jelas apakah pemilik situs web secara langsung mempromosikan pesan ini, atau apakah iklan escort individu di situs yang menampilkannya.

“Sejak dimulainya perang telah terjadi lonjakan permintaan yang sangat besar, yang akan menjadi insentif kuat bagi para pedagang untuk merekrut dan mengeksploitasi perempuan Ukraina dalam skala besar,” kata Richey.

"Mengatasi permintaan hari ini adalah satu-satunya alat anti-perdagangan manusia terbesar yang kita miliki, untuk mencegah krisis kemanusiaan saat ini menjadi krisis perdagangan manusia.”

Richey mengatakan bahwa kampanye kesadaran dan iklan yang ditargetkan di media sosial mungkin dapat mengurangi permintaan ini, sementara pembicara lain di konferensi tersebut mengatakan bahwa pemerintah harus menjelaskan dengan jelas kepada perempuan Ukraina bagaimana melaporkan kejahatan dan memberikan dukungan kepada mereka yang berisiko jatuh ke dalam perdagangan manusia.

Hingga Rabu lalu, lebih dari 30.000 pengungsi telah tiba di Irlandia dari Ukraina, dengan lebih dari dua pertiga mencari akomodasi dari negara bagian Irlandia. Data itu dilaporkan Irish Independent.

Jika kedatangan terus berlanjut, pemerintah telah mengakui bahwa semua jenis akomodasi akan mendekati kapasitas pada akhir Juni.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved