Waspada, AS Beli Jutaan Dosis Vaksin untuk Virus Cacar Monyet

Sabtu, 21 Mei 2022 - 00:01 WIB
loading...
A A A
“Pengiriman awal untuk suntikan vaksin Jynneos tidak akan datang sampai tahun 2023,” papar pernyataan perusahaan itu.

Perusahaan itu menjelaskan, 13 juta dosis penuh diharapkan akan siap antara tahun 2024 dan 2025 jika BARDA setuju memperpanjang kontrak.

Kasus cacar monyet pertama di AS dikonfirmasi pada Rabu pada seorang pria yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Kanada.

Pejabat kesehatan federal sejak itu mengatakan mereka memantau enam orang lainnya setelah mereka berada di dekat seorang pelancong yang terinfeksi selama penerbangan dari Nigeria ke Inggris awal bulan ini, sementara kemungkinan kasus lain sedang diselidiki Departemen Kesehatan Kota New York.

Sejumlah infeksi yang dicurigai atau dikonfirmasi juga telah diamati di Inggris, Kanada, Spanyol, Portugal, Italia, dan Swedia dalam beberapa pekan terakhir. Australia baru saja mendeteksi kasus pertamanya.

Pada Kamis, Bavarian Nordic mengumumkan mereka juga telah mencapai kesepakatan dengan "negara Eropa yang dirahasiakan" untuk vaksin cacar penggunaan ganda yang sama, meskipun ditawarkan dengan merek yang berbeda, "sebagai tanggapan terhadap kasus baru cacar monyet."

Perusahaan tidak merinci berapa banyak dosis yang akan diperoleh atau memberikan label harga keseluruhan untuk kontrak tersebut.

Selain vaksin, pemerintah AS juga bergerak membeli dosis tecovirimat, pengobatan antivirus standar untuk cacar monyet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Sekjen Kemendagri: HUT...
Sekjen Kemendagri: HUT ke-344 Bandar Lampung, Momentum Perkuat Ekonomi Daerah
KPK Dorong Perbaikan...
KPK Dorong Perbaikan Sistem Pembiayaan Politik, Termasuk Pembatasan Biaya Kampanye
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved